Cara Pemerintah Kelurahan Lalolara Kendari Tangani Sampah Lingkungan

Metro Kota708 Dilihat

KENDARI, LONTARASULTRA.COM – Persoalan sampah memang menjadi momok tersendiri dalam penataan ruang yang bersih dan asri suatu lingkungan masyarakat, termasuk di Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu, Kota Kendari.

Meski demikian, segala upaya dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang nyaman dan bebas sampah. Di Kelurahan Lalolara sendiri, dalam menangani sampah lingkungan, selain melakukan pembuangan sampah pada tempatnya, membersihkan lingkungan, juga dilakukan dengan cara membayar pihak ketiga untuk mengambil sampah di setiap rumah. Itu dilakukan agar tak ada sampah lagi yang bertebaran di lingkungan warga.

Warga secara otonom menyewa atau membayar petugas sampah swasta setiap bulannya, dengan berkeliling setiap rumah untuk mengambil sampah.

“Itu inisiatif warga sendiri untuk kebersihan lingkungan. Angkatnya 2 kali dalam sehari,” beber Lurah Lalolara, La Ode Taaba, Jumat (11/7/2025).

Kantor Lurah Lalolara, Kecamatan Kambu, Kota Kendari. Foto: Aisya/Lontara.

Meski demikian, tidak semua warga memakai jasa petugas sampah tersebut, itu dilakukan hanya di seputar Jalan Lumba-Lumba saja atau area Kantor Kelurahan Lalolara saja.

Selain itu, Pemerintah Kelurahan Lalolara bersama RT/RW dan warga juga secara reguler melakukan kerja bakti untuk membersihkan sampah, sekaligus penanggulangan banjir di titik-titik rawan genangan ketika musim penghujan tiba.

La Ode Taaba juga mengimbau agar warga tidak membuang sampah di sembarang tempat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

“Janganlah buang sampah di sembarang tempat, buanglah sampah pada tempat-tempat yang sudah ditujukan agar petugas kebersihan tidak susah lagi,” imbaunya.

Para Ketua RW dan Ketua RT di Kelurahan Lalolara. Foto: Aisya/Lontara.

Senada, Ketua RW 04 Kelurahan Lalolara, Tohamba mengaku, persoalan sampah menjadi persoalan terlebih lingkungannya berada di area kompleks mahasiswa. Berbagai cara pun dilakukan termasuk memberi pemahaman pada masyarakat, terutama mahasiswa yang tidak tinggal tetap dalam artian tinggal secara kos-kosan.

“Karena kita sudah sampaikan, buang sampah di tempat-tempat yang sudah disediakan, tapi buangnya bukan di dalam bak melainkan di luar bak sampah. Ini yang jadi tantangan,” beber Tohamba.

Dalam penanganan kebersihan, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran sudah menyerahkan 6 unit truk pengangkut sampah kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari sebagai bentuk keseriusan dalam menghadapi persoalan sampah di kota ini.

Lurah Lalolara, La Ode Taaba. Foto: Aisya/Lontara.

Siska Karina Imran mengungkapkan, meskipun jumlah mobil pengangkut sampah yang ada saat ini masih cukup banyak, kondisi kendaraan yang tidak optimal mengharuskan adanya pembaruan.

“Hal ini akan mendukung kami dalam mengatasi masalah sampah yang semakin meresahkan warga. Pembaruan ini sudah menjadi kebutuhan masyarakat, sehingga volume sampah yang terus meningkat dapat kami tangani dengan lebih baik,” ungkap Siska. (Adv)

Penulis: Aisya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *