SLBN 1 Kendari Keluhkan Bising Genset Hotel Azizah Ganggu Siswa Belajar, DPRD Bereaksi

Metro Kota1309 Dilihat

KENDARI, LONTARASULTRA.COM – Genset atau pembangkit listrik internal Sahid Azizah Syariah Hotel & Convention Kendari, dinilai mengganggu aktivitas belajar mengajar Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Kendari.

Pasalnya, letak genset Hotel Azizah itu berbatasan langsung dengan SLB yang hanya dibatasi oleh pagar setinggi 2 meter.

Berdasarkan pantauan Lontarasultra.com, genset hotel berada dalam satu bangunan besar dengan memiliki dua cerobong asap yang menjulang ke atas.

Menurut Kepala SLBN 1 Kendari, Sitwan, S.Pd.,M.Pd, ketika genset Hotel Azizah digunakan, sangat mengganggu proses belajar mengajar bagi siswa berkebutuhan khusus.

“Bahkan siswa itu langsung keluar ruangan dan minta pulang, walaupun masih dalam proses belajar. Karena bunyi gensetnya sangat bising,” beber Sitwan, Kamis (6/2/2025).

Baca Juga: SLBN 1 Kendari Keluhkan Jalan Rusak Akibat Pembangunan BTN, Berdampak ke Siswa Berkebutuhan Khusus

Selain itu kata Sitwan, genset tersebut tidak memiliki peredam suara, akhirnya berdampak langsung ke siswa. Ia pun merasa sekolah yang dipimpinnya itu hanya dipandang sebelah mata, padahal menurutnya, siswa SLB harus menjadi prioritas karena semua siswa punya kebutuhan khusus.

“Mungkin mereka kira barangkali sekolah ini tempatnya penyakit, padahal ini sekolah khusus. Kasihan siswa kami,” ucapnya.

Ia pun berharap agar pihak hotel dapat memindahkan gensetnya dari area dekat sekolah supaya tidak mengganggu siswa dalam proses belajar mengajar.

Menanggapi itu, Teknisi Hotel Azizah, Arfan mengaku, selama ini belum ada keluhan yang masuk ke pihak manajemen hotel soal keberadaan genset.

Arfan juga mengaku, genset internal hotel memiliki peredam suara dan letaknya berada dalam ruangan serta tertutup oleh cover box yang dapat meminimalisir kebisingan saat digunakan ketika padam lampu.

“Bukan model luar yang kami pakai tapi ada penutupnya. Jadi bisa meminimalisir suara, posisinya juga dalam ruangan, bukan di luar,” beber Arfan saat ditemui di Hotel Azizah, Jumat (7/2/2025).

Kata Arfan, penggunaan genset tidaklah sering, hanya saat padam lampu dari PLN atau ketika melakukan pemanasan mesin yqng dilakukan pagi hari sekira pukul 06.30 Wita.

“Sebelum aktivitas sekolah dimulai, tidak pernah jam 8 pagi. Itu tidak pernah,” ungkapnya.

Baca Juga: Pengaspalan Jalan Depan SLBN 1 Kendari Dikerja Tahun Ini, Pengembang BTN Diminta Beri Kompensasi Terdampak Debu

Soal adanya cerobong asap yang menjulang ke atas kata Arfan, itu merupakan mesin lama dan sudah tidak digunakan. Yang dipakai saat ini adalah mesin baru dengan model cerobong asap mengarah ke depan bagian hotel dan bukan menuju area sekolah.

“Jadi dari 2020 sudah pakai yang baru model ada penutupnya, pakai peredam

Ia juga mengakui jika lokasi genset dengan sekolah sangat dekat yang hanya dibatasi oleh pagar setinggi sekitar 2 meter saja.

Sementara, Anggota Komisi III DPRD Kota Kendari, LM Rajab Jinik menegaskan, pihaknya akan segera mengambil langkah untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Kami akan memediasi pertemuan antara pihak hotel dengan pemerintah setempat, termasuk kelurahan dan kecamatan, agar ada solusi terbaik terkait penempatan genset ini,” jelas Rajab.

Menurutnya, pihak hotel seharusnya lebih memperhatikan dampak lingkungan sekitar sebelum menempatkan genset. Ia menilai, lokasi genset yang berdekatan dengan sekolah sangat tidak tepat karena mengganggu ketenangan proses belajar mengajar.

“Seharusnya pihak hotel mempertimbangkan efek dari penempatan genset ini. Mereka tidak boleh hanya memikirkan kebutuhan mereka sendiri tanpa mempertimbangkan dampaknya bagi lingkungan sekitar, terutama sekolah yang memiliki siswa berkebutuhan khusus seperti SLBN 1 Kendari,” tegasnya.

Jika mediasi tidak membuahkan hasil, DPRD Kota Kendari akan mengambil langkah tegas dengan memanggil manajemen Hotel Azizah untuk dilakukan hearing.

“Jika mereka tidak merespons, kami akan panggil secara resmi untuk hearing di DPRD. Kami ingin tahu alasan mereka menempatkan genset di sana dan apakah tidak ada opsi lain yang lebih baik,” tambah Rajab.

DPRD Kota Kendari berjanji akan terus mengawal masalah itu hingga menemukan solusi yang terbaik. Pihak sekolah dan orang tua siswa pun berharap agar suara bising dari genset ini tidak lagi menjadi gangguan dalam proses belajar mengajar di SLBN 1 Kendari.

Penulis: Aisa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *