Mahasiswa S2 FKM UHO Gelar Program Pemberdayaan Masyarakat di Desa Bokori dan Kelurahan Toronipa

KENDARI, LONTARASULTRA.COM – Sebanyak 22 mahasiswa Program Magister (S2), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Universitas Halu Oleo (UHO) melaksanakan kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat secara simultan di Desa Bokori dan Kelurahan Toronipa, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu (21/9/2025).

Kegiatan ini merupakan proyek kolaboratif yang dirancang untuk menerapkan ilmu kesehatan masyarakat berbasis evidence berdasarkan hasil assesment kebutuhan masyarakat yang dilakukan sebelumnya.

Kegiatan yang mengusung tema “Pemberdayaan Posyandu dan Pos Lansia” ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata dalam mengatasi permasalahan kesehatan di tingkat komunitas, sekaligus memenuhi salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pengabdian kepada Masyarakat.

“Kegiatan hari ini bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi adalah wujud nyata komitmen kami untuk hadir di tengah masyarakat. Mahasiswa kami ditantang untuk mentransformasikan teori kompleks yang dipelajari di kelas menjadi solusi praktis dan berkelanjutan untuk masalah kesehatan yang dihadapi oleh masyarakat di Bokori dan Toronipa,” kata
Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat UHO, Prof. Dr. Suhadi, SKM., M.Kes.

Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan
berfokus pada Penyuluhan hipertensi dan peningkatan kemampuan kader yang meliputi:

1. Penyuluhan terkait Hipertensi serta pemeriksaan Kesehatan yang meliputi tes Gula, Asam Urat, Kolestrol dan Hb.

2. Peningkatan kemapuan kader terkait penggunaan peralatan Kesehatan di Posyandu.

3. Penyerahan bantuan peralatan Kesehatan untuk peningkatan kualitas pelayanan.

Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari pihak pemerintah setempat. Kepala Desa Bokori yang diwakili Sekertari Desa, Rusdin S.Kom mengungkapkan apresiasinya.

“Kami sangat terbantu dengan kehadiran mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat UHO. Materi-materi yang disampaikan, dan bantuan alat kesehatan di Posyandu sangat berguna untuk pelayanan kesehatan di Posyandu. Semoga kerja sama seperti ini bisa terus berlanjut,” ujarnya.

Hal senada disampaikan salah satu aparat Kelurahan Toronipa Rapida Nur A.Md.Kep. “Program pemberdayaan seperti ini efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat. Kader-kader kami menjadi lebih bersemangat dan mendapat ilmu baru,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu mahasiswa peserta, Muhamad Agun Gunarsa, SKM menuturkan pengalamannya.

“Ini adalah pembelajaran yang sangat berharga. Kami bisa langsung mempraktikkan metode Community Based Participatory Research (CBPR), di mana masyarakat tidak hanya sebagai objek, tetapi sebagai mitra aktif dalam setiap program,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Oleh Ketua Angkatan Mahasiswa S2 Kesmas Muhamad Adnan Ramadhan, S.Kep. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi metode pembelajaran yang efektif untuk mengaplikasikan teori yang didapat dalam kelas tuturnya.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan berita acara dan penyerahan bantuan secara simbolis berupa Timbangan Bayi Digital, Timbangan Dewasa Digital, Alat Tes Gula, Asam Urat, Kolestrol, Hb Beserta strip, Alat Ukur Tinggi Badan dan Tensi Digital. Kepada perangkat desa dan kelurahan, sebagai komitmen untuk keberlanjutan program.

Diharapkan, kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat menjadi langkah awal untuk membangun kemandirian kesehatan masyarakat dan memicu program-program inovatif lainnya dari civitas akademika UHO.

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed