KENDARI, LONTARASULTRA.COM – Upaya memperkuat daya saing perbankan milik daerah terus dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra). Salah satu langkah strategis yang kini disiapkan adalah konsolidasi 12 PT BPR Bahteramas menjadi satu entitas yang lebih kuat dan kompetitif sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Rencana tersebut mengemuka dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT BPR Bahteramas (Perseroda) se-Sulawesi Tenggara Tahun Buku 2025 yang digelar di Aula Merah Putih Rumah Jabatan Gubernur Sultra, Kamis (11/6/2026). Pemerintah Kota Kendari dalam forum tersebut diwakili oleh Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman.
RUPS menjadi agenda penting bagi para pemegang saham untuk mengevaluasi kinerja PT BPR Bahteramas selama tahun 2025 sekaligus menyusun arah kebijakan bisnis perusahaan pada tahun 2026. Selain membahas capaian kinerja, forum juga mengagendakan pengisian sejumlah jabatan direksi dan komisaris yang masih kosong di beberapa BPR Bahteramas kabupaten dan kota.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menegaskan bahwa PT BPR Bahteramas memiliki posisi strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui layanan keuangan bagi masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurutnya, keberadaan BPR Bahteramas tidak hanya berfungsi sebagai lembaga keuangan, tetapi juga menjadi instrumen pemerintah daerah dalam memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, gubernur memberikan apresiasi kepada seluruh pemerintah kabupaten dan kota serta pemegang saham lainnya yang selama ini mendukung perkembangan BPR Bahteramas di Sulawesi Tenggara.

Ia mengungkapkan bahwa secara umum kondisi BPR Bahteramas di Sultra saat ini berada dalam kategori sehat. Meski demikian, tantangan industri jasa keuangan yang semakin kompetitif menuntut perusahaan daerah tersebut untuk terus berbenah dan berinovasi.
“Tantangan ke depan menuntut perusahaan daerah tersebut untuk semakin inovatif dan tidak bergantung pada dukungan APBD, melainkan mampu memperkuat daya saing melalui pengelolaan bisnis yang profesional dan berorientasi pada pertumbuhan,” ungkapnya.
Andi Sumangerukka menekankan penguatan tata kelola perusahaan, peningkatan kualitas layanan, serta pengembangan bisnis yang profesional menjadi kunci agar bank daerah mampu bersaing di tengah perubahan sektor keuangan yang semakin dinamis.

Salah satu langkah besar yang tengah dipersiapkan adalah penggabungan 12 PT BPR Bahteramas menjadi satu entitas. Kebijakan tersebut sejalan dengan arahan OJK yang mendorong penguatan kelembagaan Bank Perekonomian Rakyat melalui konsolidasi usaha.
Melalui penggabungan tersebut, pemerintah berharap kapasitas permodalan BPR Bahteramas semakin kuat, efisiensi operasional meningkat, serta jangkauan pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih luas.
Bagi Kota Kendari, transformasi tersebut dinilai dapat membuka peluang lebih besar dalam mendukung pembiayaan sektor produktif dan memperkuat ekosistem ekonomi lokal. Kehadiran BPR yang sehat dan kuat juga diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan UMKM dan meningkatkan inklusi keuangan masyarakat. (Veto)
Redaksi






