DPRD Kendari Ingatkan Pemkot Biaya Bangun Siskamling Tak Dibebankan ke RT/RW

Metro Kota157 Dilihat

KENDARI, LONTARASULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari secara resmi menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan atau siskamling di tingkat RT/RW. Langkah tersebut mendapat renspon positif dari DPRD setempat.

Meski demikian, DPRD Kota Kendari menyarankan pemkot agar tidak membebankan biaya pembangunan siskamling dengan menggunakan anggaran RT/RW.

“Jangan dibebankan lagi ke RT/RW, kasihan mereka. Gajinya saja belum dibayarkan 4 bulan,” beber Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari, LM Rajab Jinik, Selasa (2/7/2024).

Jika siskamling menjadi program prioritas pemerintah kata Rajab Jinik, seharusnya sudah ada anggaran yang diturunkan pemkot ke setiap kelurahan untuk melakukan pemetaan terhadap RT/RW yang akan membuat siskamling.

“Karena itu akan berkonsekuensi di anggaran. Mau bikin satu siskamling jangan lagi mau patungan. Jangan lagi bebankan ke mereka,” paparnya.

Baca Juga: Aksan Jaya Putra Cawali Kendari Paling Diinginkan Warga Versi Indikator Politik Indonesia

Politisi Partai Golkar itu juga menekankan agar Pemkot Kendari menyiapkan anggaran siskamling dan tidak membebankan ke RT/RW. Terlebih akan ada monitoring dari kelurahan dan kecamatan jika sudah aktif nantinya.

Pasalnya, DPRD Kendari sudah menerima keluhan dari tingkat RT soal pembangunan siskamling. Rajab Jinik tidak menginginkan ide pemerintah soal siskamling malah penganggarannya dibebankan ke masyarakat.

Namun soal sinergitas tujuan pemanfaatan siskamling untuk mewujudkan kenyamanan dan keamanan lingkungan sangat didukung.

“Tapi harus ada subsidi pemerintah untuk pembangunan siskamling. Belum lagi anggaran pemeliharaannya,” pungkasnya.

Pemkot Kendari sendiri sudah secara resmi meluncurkan program siskamling, ditandai dengan pemukulan kentongan bambu oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Muhammad Yusup bersama jajaran di lapangan Eks MTQ Kendari, pagi tadi.

Baca Juga: Lolos 2 Periode DPRD Kendari, Politisi PDIP Hetty Purnawati Terus Perjuangkan Aspirasi Masyarakat

Muhammad Yusup mengatakan, program Siskamling di zaman milenial saat ini sudah mulai tersingkirkan hampir di seluruh Indonesia.

“Kegiatan Siskamling ini sudah terabaikan namun, kita tidak bisa menutup mata di beberapa daerah di Indonesia juga masih melaksanakan kegiatan, untuk itu pada pagi hari ini Pemerintah Kota Kendari mencanangkan program Siskamling,” tutur Muhammad Yusup.

Dia juga mengatakan, keamanan dan ketertiban adalah investasi yang merupakan tanggung jawab bersama dan pada hakekatnya membutuhkan sinergi seluruh komponen masyarakat dan pemerintah untuk bersatu dan bekerja sama mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat, apalagi menjelang pesta demokrasi pemilihan kepala daerah, menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan dan penegak hukum.

Selain itu mengingat jumlah aparat keamanan dan penegak hukum sangat terbatas, perlu ada dukungan dari masyarakat utamanya penyelenggara pemerintahan hingga tingkat paling bawah yaitu RT dan RW sangat dibutuhkan peran sertanya dalam rangka menjaga kondusivitas wilayah.

“Sudah seharusnya keamanan di tiap wilayah yang menjadi tanggung jawab masing-masing masyarakat yang menempatinya,” ucapnya.

Muhammad Yusup lebih lanjut mengatakan langkah untuk menjaga lingkungan agar tetap aman dan tertib adalah dengan cara menghidupkan kembali sistem Siskamling di lingkungan masing-masing.

“Saya mengajak kepada kita semua tokoh masyarakat utamanya tokoh pemuda, tokoh agama, karang taruna, perangkat Kelurahan dan seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan program Siskamling ini, sebab kita tahu saat ini angka kriminalitas terus meningkat seiring dengan berkembangnya zaman, seiring dengan bertumbuhnya penduduk, seiring dengan bertumbuhnya kondisi-kondisi perkembangan di daerah,” urainya.

Penulis: Nabil Artha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *