KENDARI, LONTARASULTRA.COM – SDN 88 Kendari terus berbenah meningkatkan kualitas sekolah, baik secara infrastruktur, penataan lingkungan sekolah hingga di bidang prestasi siswa.
Kepala SDN 88 Kendari, Malna, S.Pd.,M.Pd menerangkan, pihaknya terus mendukung prestasi para siswa, termasuk ekstrakulikuler bidang seni dan olahraga.
Terbaru kata Malna, siswanya berhasil meraih dua juara sekaligus, yakni Juara 1 Karate dan Juara 3 Taekwondo dalam perebutan Piala Gubernur Sulawesi Tenggara 2025.
“Sebenarnya prestasi siswa sangat banyak, tapi yang terbaru ini barusaja kita serahkan medalinya tadi,” papar Malna, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (28/7/2025).
Situasi SDN 88 Kendari. Foto: Lontara.
Kata Malna, masih banyak lagi bakat para siswa di bidang olahraga, seperti badminton, termasuk sepak bola. Bahkan, banyak siswanya masuk dalam klub-klub sepak bola.
Hal tersebut, tak terlepas dari dukungan pihak orang tua siswa dan sekolah, guna meningkatkan bakat para siswa di bidang ekstrakulikuler.
“Dengan masuk ke klub-klub, siswa itu semakin terampil dan banyak berlatih. Apa lagi mereka sering dipakai bahkan sampai ke Makassar,” ungkapnya.
Selain itu, selama Malna menjadi Kepala Sekolah SDN 88 Kendari sejak 2022 silam, dirinya banyak melakukan perubahan, baik dalam lingkungan sekolah yang ditata secantik mungkin, hingga aturan-aturan soal proses pembelajaran siswa.

Terkai lingkungan sekolah, Malna banyak melakukan renovasi, mulai dari penataan parkir kendaraan guru, merubah kantin sekolah menjadi lebih higienis, lapangan sekolah yang diperluas, mempercantik lingkungan sekolah dengan menanam berbagai jenis bunga hingga membuat panggung serba guna di tengah sekolah.
Bahkan, soal aturan orang tua siswa yang tak boleh masuk lingkungan sekolah, hingga para guru yang fokus melakukan tugasnya dalam pengajaran terus digalakkan.
“Kami memang buat dua lapis pagar, orang tua siswa hanya boleh masuk di pagar pertama saja, tidak boleh masuk area inti sekolah. Kami percantik kantin sebagai ruang tunggu orang tua siswa,” urainya.
Dengan aturan seperti itu, diakui Malna sangat efektif untuk membuat para siswa lebih fokus dalam menerima mata pelajaran. Para guru juga tidak dibolehkan keluar ruangan sebelum mata pelajaran selesai.
“Jadi guru dan siswa lebih fokus dalam proses belajar mengajar,” ungkapnya.

Di sisi lain, SDN 88 Kendari juga masih membutuhkan fasilitas sekolah yang memadai, mengingat jumlah siswa sudah mencapai 800-an. Salah satu yang dibutuhkan yakni ruangan baru.
Meski saat ini gedung berlantai dua sudah ada sebanyak tiga gedung, namun Malna berharap agar pemerintah dapat membuatkan satu gedung berlantai dua lagi untuk dapat menampung semua siswa. Belum lagi, ruang belajar yang ada sudah berumur tua dan membutuhkan renovasi untuk kenyaman siswanya.
“Gedung kita kan masih ada yang satu lantai, kita minta dibuatkan menjadi lantai dua. Bangunan yang lain juga, sudah mulai rusak, sudah banyak rayap dan plafon sudah mulai rusak. Kami butuh renovasi,” pungkasnya.
Redaksi












