Punya Caleg Militan, Ruksamin Yakin PBB Duduki 7 Kursi DPRD Sultra

Metro Kota, Politik53 Dilihat

KENDARI, LONTARASULTRA.COM – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Bulan Bintang (PBB) Sulawesi Tenggara (Sultra), bertekad meraih 7 kursi DPRD provinsi di Pemilihan Legislatif (Pileg) 14 Februari 2024.

Misi tersebut ditunjang militansi pengurus dan para caleg PBB yang konsisten bergerilya di tengah masyarakat. Para Caleg PBB juga dinilai memiliki pengaruh dan ketokohan cukup besar yang berpotensi menarik kecenderungan masyarakat saat pemilihan nanti.

Ketua DPW PBB Sultra, Ruksamin mengatakan, target 7 kursi di Pileg 14 Februari 2024 merupakan misi rasional, karena PBB dihuni caleg yang sangat berpengaruh dan tokoh besar di dapilnya masing-masing. Karenanya menghadapi Pileg 2024, partainya telah siap maksimal.

“Suasana Pemilu 2024 jauh berbeda dengan pemilihan sebelumnya. Tahun ini saya merasakan semangat militansi kader PBB begitu tinggi, terutama para caleg yang maju, baik DPRD provinsi maupun di 17 kabupaten dan kota. Makanya untuk di provinsi saya optimis 7 kursi,” kata Ruksamin, Sabtu (27/1/2024).

Bupati Konawe Utara dua periode itu menjelaskan, 45 caleg provinsi yang tersebar di 6 dapil se-Sultra adalah kader unggulan PBB yang memiliki kekuatan besar untuk memenangkan suara rakyat.

“Pemilu 2024 ini akan menjadi sejarah emas bagi PBB di Sultra, saya sangat yakin,” optimis Ruksamin.

PBB Sultra juga menargetkan perolehan satu kursi di DPR RI dan masing-masing satu fraksi di DPRD kabupaten dan kota se-Sultra.

Lebih jauh Ruksamin menjelaskan, PBB memiliki program inovatif jika menduduki pimpinan DPRD Sultra. Salah satunya program pendidikan gratis bagi mahasiswa. Menurutnya, pendidikan gratis selain membantu meringankan beban orang tua mahasiswa, juga bagian dari tanggungjawab pemerintah daerah dalam mencerdaskan generasi muda sebagaimana amanat UUD 1945 alinea keempat yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Pembebasan uang kuliah tunggal atau UKT akan mendorong kemudahan mahasiswa dalam berprestasi gemilang. Tentu ini bagian dari proses menciptakan generasi cemerlang sebagai pelanjut tongkat estafet kepemimpinan masa depan daerah maupun bagi bangsa dan negara,” jelas Ruksamin.

Program beasiswa pendidikan bagi mahasiswa menjadi misi unggulan PBB yang dimandatkan kepada seluruh kader khususnya yang bertarung di Pemilihan Legislatif (Pilcaleg), Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), maupun Pemilihan Gubernur (Pilgub), untuk disosialisasikan di tengah masyarakat.

“Muaranya agar orang tua mahasiswa tidak lagi resah atas biaya kuliah anaknya. Atau tidak lagi menjual sapi, perahu, kebun, ataupun sejenisnya demi membiayai kuliah anak-anaknya. Semua bisa ditanggung Pemerintah secara gratis,” ujarnya.

Program unggulan lainnya jika PBB kampiun di Pileg, Pilkada lingkup kabupaten/kota maupun Pilgub, kata dia, yakni bakal menyediakan fasilitas penunjang seperti satu buah laptop setiap guru di Sultra. Hal itu untuk meningkatkan produktivitas guru dalam mengedukasi murid maupun siswa.

“Di zaman teknologi saat ini, kebutuhan terhadap laptop untuk para guru sangat vital. Karenanya, pemerintah harus mendukung para guru agar optimal dalam mengajar dengan penyediaan laptop secara gratis,” beber Ruksamin.

PBB Sultra juga memiliki program unggulan di sektor kesehatan. Yakni pembebasan biaya pengobatan masyarakat jika sakit melalui BPJS. Artinya tidak boleh lagi ada masyarakat Sultra yang terbebani dengan biaya pengobatan saat sakit, dan pemerintah benar-benar hadir untuk memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat. Kemudian pada sektor infrastruktur, kebutuhan pokok masyarakat, seperti air, listrik dan jalan mesti dituntaskan menyeluruh hingga tak ada lagi keluhan.

“Memastikan air bersih menyentuh rumah-rumah warga di seluruh Sultra. Juga memastikan semua warga punya KWH sendiri untuk listrik, memastikan tidak ada lagi jalan yang tidak beraspal sesuai kewenangan masing-masing baik Kota dan Provinsi,” urai Ruksamin.

Ketua Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Sultra ini menambahkan, untuk di pogram ekonomi berbasis masyarakat akan disiapkan anggaran dari provinsi sebesar Rp 500 juta untuk setiap desa/kelurahan se-Sultra. Peruntukan salah satunya yakni menstimulus pelaku UMKM di seluruh desa maupun kelurahan.

Penulis: Nabil Artha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *