KENDARI, LONTARASULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari berkomitmen dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang bermanfaat langsung bagi masyarakat dan mampu mendukung ketahanan lingkungan serta ekonomi lokal.
Komitmen Pemkot Kendari itu diwujudkan dalam kunjungan langsung Wali Kota Kendari di Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, untuk melihat langsung rencana lokasi pembuatan kolam retensi.
Salah satu titik strategis yang menjadi perhatian adalah di Kelurahan Baruga, lokasi yang direncanakan akan dibangun kolam retensi. Pembangunan kolam retensi ini akan diajukan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra), khususnya melalui Balai Wilayah Sungai (BWS).

Rencana pembangunan kolam retensi ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi potensi banjir, khususnya di sekitar aliran Sungai Wanggu yang selama ini menjadi titik rawan banjir saat musim hujan. Infrastruktur tersebut diproyeksikan menjadi penyangga utama dalam menampung limpasan air, sekaligus mengurangi tekanan debit air ke kawasan permukiman warga.
“Kita akan komunikasikan. Insya Allah, Menteri PUPR dan Komisi V DPR RI akan ke Kota Kendari. Rencananya, Jumat, 11 Juli ini,” ujar Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran.
Sementara itu, Lurah Baruga, Burhanudin mengatakan, rencana lokasi pembuatan kolam retensi sudah diwacanakan dan direncanakan sejak 2020 silam yang berlokasi di area Nanga-Nanga. Pada 2022, sudah dilakukan identifikasi lapangan oleh pihak BWS, tahun 2023 sudah dilakukan pengukuran lokasi Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Kendari.

Sayangnya, kata Burhanudin, pada 2024 lalu, adanya refokusing anggaran dari pihak BWS, alhasil pembebasan lahan di lokasi pembangunan kolam retensi masih tetrunda.
“Luas lahan untuk pembangunan kolam retensi itu seluas 55 hektare,” beber Burhanudin.
Soal progres pembangunan kolam retensi kata dia, menunggu hasil kunjungan Menteri PUPR bersama Komisi V DPR RI pada 11 Juli mendatang di Kota Kendari.
Pihaknya pun berharap, agar secepatnya dilakukan pembangunan kolam retensi tersebut agar dapat meminimalisir risiko banjir di wilayahnya dan Kota Kendari pada umumnya.

Pasalnya, lokasi pembangunan kolam retensi tersebit berada di hulu sungai dan diharapkan dapat menampung air kiriman yang berasal dari Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).
“Supaya tidak langsung masuk ke badan Sungai Wanggu. Masyarakat dapat lebih tenang ketika musim penghujan tiba,” paparnya. (Adv)
Penulis: Aisya






