IZI Sultra Terjunkan Relawan ke NTT, Salurkan Bantuan Terdampak Gempa

KENDARI, LONTARASULTRA.COM – Ketika sorotan terhadap bencana mulai mereda, pekerjaan kemanusiaan justru belum selesai. Di tengah proses pemulihan masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan Sulawesi Tenggara mengirimkan relawan untuk memastikan bantuan dan program kemanusiaan tetap berjalan.

IZI Sultra melepas Hasfil, Koordinator Simpul Relawan Indonesia (SRI) Sulawesi Tenggara, untuk bergabung dalam misi kemanusiaan di NTT. Hasfil akan menjalankan tugas selama satu bulan dan menjadi bagian dari tim yang dikerahkan IZI untuk merespons kondisi masyarakat pascabencana gempa.

Keberangkatan Hasfil bukan sekadar pengiriman personel. Ia membawa mandat untuk memastikan program kemanusiaan IZI dari berbagai wilayah di Indonesia dapat terkoordinasi dan berjalan efektif di lokasi terdampak.

Hasfil ditugaskan sebagai koordinator tim ketiga yang dikirim IZI setelah gempa terjadi.

Pimpinan Cabang IZI Sulawesi Tenggara, Ramli mengatakan, pengiriman relawan merupakan bentuk komitmen IZI untuk tetap hadir di tengah masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.

Menurut Ramli, penanganan bencana tidak boleh berhenti pada saat bantuan pertama tiba. Setelah kebutuhan darurat dipenuhi, masyarakat masih membutuhkan pendampingan dan dukungan untuk melewati fase pemulihan.

“Kita ingin memastikan bantuan tidak hanya sampai, tetapi programnya juga berjalan dengan baik dan tepat sasaran. Karena itu, relawan memiliki peran penting untuk melihat langsung kondisi di lapangan,” ujar Ramli.

Ia mengatakan, Hasfil dipercaya menjalankan tugas tersebut karena memiliki pengalaman dalam aktivitas kerelawanan serta menjalankan peran sebagai Koordinator SRI Sulawesi Tenggara.

Ramli berharap selama satu bulan penugasan, Hasfil dapat menjalankan amanah sekaligus menjaga komunikasi dan koordinasi dengan seluruh tim yang terlibat.

“Kami berharap Hasfil bisa menjalankan amanah ini dengan baik, menjaga kesehatan, dan tetap mengedepankan kebutuhan masyarakat terdampak. Ini bukan hanya tugas organisasi, tetapi juga tugas kemanusiaan,” kata Ramli.

Pengiriman Hasfil menjadi bagian dari respons berkelanjutan IZI terhadap bencana gempa di NTT. Ia bergabung sebagai koordinator tim ketiga yang diterjunkan untuk mengkoordinir dan melanjutkan kerja-kerja kemanusiaan di wilayah terdampak.

Pengiriman secara bertahap dilakukan agar respons kemanusiaan dapat terus berlangsung. Tim yang datang tidak hanya dituntut untuk mendistribusikan bantuan, tetapi juga membaca kondisi terbaru di lapangan dan memastikan program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam situasi pascabencana, kebutuhan masyarakat dapat berubah dengan cepat.

Pada fase awal, bantuan mungkin berfokus pada kebutuhan dasar. Namun ketika memasuki masa pemulihan, persoalan yang dihadapi masyarakat dapat berkembang menjadi kebutuhan sosial, kesehatan, pendidikan, hingga pemulihan aktivitas sehari-hari.

Relawan menjadi penghubung antara lembaga kemanusiaan dan masyarakat. Mereka hadir langsung di lapangan, melihat kondisi penerima manfaat, mendengar kebutuhan warga, sekaligus menyampaikan perkembangan kepada lembaga.

Selama bertugas di NTT, Hasfil tidak hanya menjalankan misi atas nama IZI Sultra.

Ia akan mendapat tugas untuk mengoordinasikan program IZI dari berbagai wilayah di Indonesia yang terlibat dalam respons pascabencana.

Tugas tersebut membuat perannya menjadi lebih luas. Ia harus memastikan komunikasi antar-tim berjalan, kebutuhan di lapangan terpetakan, serta program yang dirancang dapat dilaksanakan secara terkoordinasi.

Sebagai Koordinator SRI Sultra, Hasfil juga membawa semangat gerakan kerelawanan dari Sulawesi Tenggara ke wilayah terdampak di NTT.

Bagi IZI Sultra, keterlibatan dalam respons bencana di NTT menjadi bukti bahwa gerakan kemanusiaan dapat bergerak melampaui batas daerah.

Masyarakat Sulawesi Tenggara melalui jejaring relawan turut mengambil bagian dalam membantu saudara sebangsa yang sedang menghadapi dampak bencana.

Bencana sering kali menghadirkan cerita yang sama: perhatian besar datang ketika kejadian berlangsung, kemudian perlahan menurun ketika pemberitaan mulai bergeser.

Namun bagi masyarakat yang terdampak, kehidupan tidak serta-merta kembali normal.

Rumah yang rusak harus diperbaiki. Aktivitas ekonomi harus kembali berjalan. Anak-anak harus kembali belajar. Kebutuhan kesehatan tetap harus dipenuhi.

Karena itu, kerja kemanusiaan membutuhkan konsistensi.

Keberangkatan tim ketiga IZI ke NTT menjadi salah satu upaya untuk menjaga agar proses tersebut tidak terputus.

Hasfil akan berada di NTT selama satu bulan. Selama masa penugasan itu, ia akan menjalankan fungsi koordinasi sekaligus memastikan program kemanusiaan IZI dapat terus menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Ramli mengatakan keberangkatan relawan tersebut diharapkan menjadi pengingat bahwa solidaritas terhadap korban bencana bukan hanya muncul ketika bencana menjadi berita utama.

“Kemanusiaan tidak mengenal jarak. Ketika saudara kita membutuhkan bantuan, maka kita harus mengambil bagian sesuai dengan kemampuan yang kita miliki,” ujar Ramli.

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *