KENDARI, LONTARASULTRA.COM – Guna meningkatkan kualitas belajar mengajar siswa, tentunya harus didukung oleh fasilitas dan sarana prasarana sekolah yang mumpuni, termasuk di SMPN 21 Kendari.
Sejauh ini, sekolah yang terletak di Kelurahan Abeli Dalam, Kecamatan Puuwatu itu memiliki gedung yang cukup untuk para siswanya. Namun masih ada sejumlah fasilitas yang butuh perbaikan demi kenyamanan siswa maupun para guru.
Kepala SMPN 21 Kendari, Gamilu, S.Pd menerangkan, keamanan lingkungan sekolah tentunya menjadi salah satu prioritas yang harus dijaga. Namun kata dia, untuk mewujudkan itu harus dibarengi dengan fasilitas, seperti pagar keliling sekolah.
Masalahnya kata Gamilu, hingga saat ini sekolah yang dipimpinnya itu belum memiliki pagar 100% untuk melindungi sekolah dari potensi bahaya dari luar.
“Pagar sekolah kami masih kurang sekitar 200 meter lagi. Ini memang yang masih menjadi persoalan untuk keamanan lingkungan sekolah,” beber Gamilu saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (22/1/2026).
Selain persoalan pagar sekolah, Gamilu juga mengatakan, pihaknya juga membutuhkan rehabilitasi gedung Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang sudah mulai dimakan usia.
“Gedung UKS itu plafonnya sudah rusak, maklum bangunan tua. Semenjak berdirinya sekolah ini, bangunan itu belum pernah direhab,” ungkapnya.
Selain itu, Gamilu juga mengungkapkan, jika fasilitas gedung laboratorium komputer sudah ada, namun sayangnya hingga kini komputer yang menjadi sarana prasarana belum dimiliki sekolahnya.
“Padahal bangunan Lab kami sudah ada, bangunannya sangat bagus, tapi komputernya yang tidak ada. Ini juga yang menghambat siswa kami,” ungkapnya.
Tak sampai di situ, meski masih di wilayah Kota Krndari, area SMPN 21 Kendari rupanya merupakan Blank Spot atau wilayah yang tidak terjangkau atau tidak mendapatkan sinyal komunikasi, baik itu sinyal seluler telepon dan internet maupun sinyal WiFi, sehingga perangkat elektronik tidak dapat terhubung di sekolah tersebut.
“Yang biasa kami lakukan hanya pakai WiFi Voucher saja. Tapi itu sangat besar biayanya. Di sini sama sekali tidak ada jaringan,” keluhnya.
Olehnya itu, Gamilu pun berharap agar pemerintah setempat dapat memikirkan nasib SMPN 21 Kendari, baik dari segi fasilitas, sarana prasarana hingga persoalan jaringan telekomunikasi.
Padahal kata Gamilu, animo para siswa sangat tinggi di bidang intra kurikuler maupun ekstra kurikuler. Para siswa sangat disiplin soal waktu juga berbagai lomba turut diikuti oleh siswanya.
“Kami memang membutuhkan itu semua, supaya kualitas siswa maupun guru dapat ditingkatkan lagi,” harapnya.
Redaksi











