Wali Kota Kendari Ajak Warga Baruga Manfaatkan Pekarangan Rumah untuk Menanam Sayuran

Metro Kota680 Dilihat

KENDARI, LONTARASULTRA.COM – Lonjakan harga bahan pangan belakangan ini membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mengambil langkah dengan sosialisasi teknik urban farming atau pertanian perkotaan pada masyarakat.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran pun mengajak warganya, terutama ibu-ibu di Kelurahan Watubangga, Kecamatan Baruga, untuk memulai langkah sederhana namun berdampak besar, yakni menanam sendiri bahan pangan di pekarangan rumah dengan menggunakan teknik urban farming.

Menurutnya, urban farming atau pertanian perkotaan tidak memerlukan lahan yang luas. Cukup dengan pot, polybag, atau tanah kosong di sekitar rumah, masyarakat sudah bisa menanam cabai, tomat, hingga berbagai jenis sayuran lainnya.

“Yang penting dimulai, karena tanaman seperti cabai dan tomat sekarang sudah mahal,” ujar Siska di hadapan warga, Jumat (18/7/2025) lalu.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran bersama warga Kecamatan Baruga. Foto: Lontara.

Katanya, selain mengurangi beban belanja dapur, kebiasaan menanam juga bisa membuka peluang ekonomi baru jika hasil panen berlebih.

“Kalau hasil tanamannya banyak, bisa dijual. Pasti laku. Siapa sih di Kendari yang tidak makan cabai,” katanya.

Siska menegaskan agar masyarakat tidak merasa malu atau segan untuk memulai. Bahkan, sebagai kepala daerah, dirinya pun turut memberi contoh dengan menanam di pekarangan rumah.

“Saya pun di rumah menanam,” ungkapnya.

Siska meyakini, jika gerakan tersebut dilakukan secara kolektif oleh warga Kendari, maka dampaknya akan signifikan, bukan hanya untuk ketahanan pangan keluarga, tetapi juga ketahanan pangan kota secara keseluruhan.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran bersama warga Kecamatan Baruga. Foto: Lontara.

Tak hanya soal urban farming, Siska juga memastikan pemerintah hadir untuk membantu, terutama ketika harga sembako melonjak. Warga diminta aktif menyuarakan kendala kepada pemerintah setempat.

“Kalau lurah dan camat tidak dengar, sampaikan. Kita akan evaluasi dan ganti,” tutupnya.

Sementara itu, Camat Baruga, Bustam juga mendukung langkah Pemkot yang menggalakan urban farming sebagai solusi di tengah melonjaknya harga pangan saat ini.

“Tentunya kami mendukung. Kita tahu sendiri kalau harga bahan bangan sekarang sedang mahal,” papar Bustam.

Lahan pertanian di Kelurahan Watubangga, Kecamatan Baruga. Foto: Lontara.

Hal senada, Lurah Watubangga, Nusman juga mendukung terkait pertanian perkotaan, ia pun turut mengajak warganya untuk menanam sayur-sayuran di pekarangan rumah warga di wilayah kerjanya.

“Ini sangat bagus untuk menakan belanja keluarga di rumah. Menanam sendiri itu baik,” ucap Nusman.

Urban farming atau pertanian perkotaan merupakan adalah praktik bercocok tanam dan beternak di wilayah perkotaan, memanfaatkan lahan terbatas seperti pekarangan, atap, atau bahkan ruang dalam ruangan. Tujuannya adalah untuk menghasilkan bahan pangan secara lokal, meningkatkan ketahanan pangan, dan menciptakan ruang hijau di tengah kota. (Adv)

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *