KENDARI, LONTARASULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) selama lima hari, mulai 20-24 Mei 2026 di pelataran Kantor Wali Kota Kendari.
Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi fluktuasi harga pangan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, sekaligus membantu masyarakat pasca banjir.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran mengatakan, pemerintah terus memastikan kondisi pangan dan harga kebutuhan pokok di Kota Kendari tetap aman dan terkendali menjelang hari besar keagamaan.

“Kota Kendari memang belum sepenuhnya mandiri dalam produksi pangan, namun kita terus berupaya mengurangi ketergantungan dengan memanfaatkan potensi pertanian lokal. Pemerintah bersama masyarakat berkomitmen menjaga ketersediaan pangan meski menghadapi tantangan seperti bencana alam,” ujarnya saat ditemui di lokasi kegiatan pasar murah, Rabu (20/5/2026).
Ia menjelaskan, beberapa komoditas seperti bawang merah dan telur memang mengalami kenaikan harga menjelang Idul Adha, namun masih dalam batas wajar.
“Kita menghadirkan Gerakan Pangan Murah agar masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar,” ujarnya.

Siska juga mengaku senang dengan keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi seluruh elemen masyarakat sangat penting untuk menjaga stabilitas pangan di Kota Kendari.
“Saya sangat senang karena gerakan ini melibatkan banyak pihak, seluruh elemen yang ikut berpartisipasi dalam Gerakan Pangan Murah dengan menyediakan berbagai kebutuhan pangan bagi masyarakat,” katanya.
Senada, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kendari, Abdul Rauf mengungkapkan, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan mengendalikan harga, tetapi juga membantu pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat pasca banjir dan menjelang Idul Adha.
“Sehingga kita ingin kebutuhan masyarakat akan pangan, baik pasca bencana maupun dalam menyambut Hari Raya Idul Adha, mudah didapatkan dan terjangkau,” jelasnya.

Dalam Gerakan Pangan Murah itu, sejumlah bahan pokok dijual di bawah harga pasar. Beras dijual Rp 58 ribu per sak, telur berkisar Rp 45 ribu hingga Rp 50 ribu per rak, bawang merah Rp 35 ribu per kilogram dan bawang putih Rp 40 ribu per kilogram. Selain itu, berbagai jajanan dan produk olahan pangan UMKM juga turut dijual untuk melengkapi kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, untuk minyak goreng, Abdul Rauf menyebut stoknya masih dalam proses mobilisasi dari Bulog.
“Kita sudah koordinasi dengan Bulog terkait minyak goreng, namun mereka menyebut ketersediaannya di gudang sedang dalam mobilisasi,” terangnya. (Veto)
Redaksi









