Nyalon Dewas Perumda Pasar Kota Kendari, Hendrawan Sumus Gia: Saya Paham Persoalan Pasar

Metro Kota713 Dilihat

KENDARI, LONTARASULTRA.COM – Hendrawan Sumus Gia menjadi calon Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Pasar Kota Kendari, berdasarkan hasil pengumuman seleksi yang tertuang dalam surat resmi bernomor: 010/PANSEL.DIREKSI.DEWAS/VII/2025.

Hendrawan menjadi satu-satunya calon Dewas Perumda Pasar yang lolos berkas administrasi berdasarkan hasil seleksi yang dilakukan oleh tim panitia seleksi (pansel), dan berhak mengikuti seleksi tahap berikutnya.

Saat ditemui, Hendrawan mengaku, mencalonkan diri sebagai Dewas Perumda Pasar untuk memperbaiki situasi pasar tradisional di Kota Kendari yang dinilainya selama ini belum maksimal dikelola.

Terlebih, Hendrawan mengaku, majunya ia ke Dewas merupakan panggilan moral yang sudah puluhan tahun berjibaku dengan persoalan pasar di Kota Kendari.

“Apa lagi kita tau ada sejumlah pasar tampaknya mati, lesu, aktivitas jual belinya hampir tidak ada. Ini yang harus kita perbaiki,” beber Hendrawan, Sabtu (5/7/2025).

Hendrawan mengaku, menjadi Dewas merupakan tantangan, terlebih dirinya seorang owner swalayan Nana Jaya yang sudah menciptakan pasar di Kota Kendari.

“Hari ini Nana Jaya ada 5 di Kota Kendari, inilah yang disebut menciptakan pasar. Tentu ilmu saya ini bisa diterapkan untuk menghidupkan pasar-pasar tradisional,” urainya.

Terlebih kata Hendrawan, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran sedang fokus pengembangan ekonomi kerakyatan yang tentunya dimulai di pasar-pasar yang ada.

Ia mengaku paham soal kondisi pasar-pasar tradisional di Kota Krndari, mulai soal kapasitas pedagangnya, kualitas pasarnya, kebersihannya hingga manajemennya.

“Sebenarnya kita punya sumber daya manusianya. Kalau kita punya sebanyak itu, lalu tidak mampu menciptakan pasar yang aman, nyaman dan menciptakan pembeli yang banyak, ini kan masalah,” cetusnya.

“Inilah yang menjadi tantangan moral bagi saya,” pungkasnya.

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *