Camat Baruga Tindaklanjuti Instruksi Wali Kota Kendari Siaga Hadapi Dampak Cuaca Ekstrem

Metro Kota857 Dilihat

KENDARI, LONTARASULTRA.COM – Menindak lanjuti arahan Wali Kota Kendari, terkait kesiapsiagaan dan kewaspadaan dalam menghadapi dampak cuaca ekstrem, Pemerintah Kecamatan Baruga langsung meminta para lurah di wilayah kerjanya untuk mendata seluruh titik-titik lokasi banjir.

Camat Baruga, Bustam menerangkan, hingga saat ini di Kecamatan Baruga paling terdampak banjir akibat curah hujan yang tinggi, di antaranya Kelurahan Lepo-Lepo sebanyak 4 Rukun Tetangga (RT), lalu Kelurahan Wundudopi tepatnya di RT 06 sebanyak 6 Kepala Keluarga (KK) dan Kelurahan Baruga RT 07 di wilayah Nanga-Nanga, terdapat 9 KK terdampak.

“Total semuanya sebanyak 113 Kepala Keluarga (KK) dan 402 jiwa tersebar di tiga kelurahan. Data-data ini bisa saja bertambah,” beber Bustam, Selasa (1/7/2025).

Terdampak banjir terparah di Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga. Foto: Aisya/Lontara.

Hingga kini kata Bustam, pihaknya terus mengintruksikan pada Pemerintah Kelurahan di wilayah Kecamatan Baruga untuk terus melakukan pendataan terhadap warga terdampak banjir.

“Khusus untuk Kelurahan Watubangga ada juga, tapi hanya genangan-genangan kecil saja,” ujar Bustam.

Untuk penanganan banjir Pemerintah Kecamatan Baruga telah melakukan koordinasi bersama pihak instansi teknis seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kementerian Sosial (Kemensos), Baznas dan instansi lainnya untuk penyaluran bantuan.

“Kami sifatnya koordinasi karena warga korban banjir ini butuh bantuan semua pihak,” ucapnya.

Warga masih berada di sekitar rumah yang dilanda banjir. Foto: Aisya/Lontara.

Sebelumnya, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menginstruksikan seluruh camat dan lurah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan dalam menghadapi dampak cuaca ekstrem yang belakangan ini memicu bencana seperti banjir, longsor dan pohon tumbang di sejumlah titik.

Dalam arahannya, Siska Karina Imran menekankan bahwa peran aktif jajaran pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan sangat krusial dalam memberikan respons cepat terhadap kondisi darurat di wilayah masing-masing.

“Camat dan lurah harus aktif melakukan pemantauan wilayah secara berkala dan segera mengambil tindakan jika ditemukan potensi bencana. Pemerintah harus hadir cepat dan tanggap di tengah masyarakat,” tegas Wali Kota.

Kepolisian turut menyalurkan bantuan ke warga terdampak banjir. Foto: Aisya/Lontara.

Instruksi Wali Kota mencakup tiga poin penting:

1. Melakukan pemantauan berkala terhadap potensi bencana di wilayah masing-masing, terutama di daerah rawan.

2. Menggerakkan seluruh personel yang ada di kelurahan dan kecamatan untuk penanganan awal, sambil menunggu bantuan dari OPD teknis.

3. ⁠Melaporkan setiap kejadian bencana secara cepat dan terkoordinasi melalui grup komunikasi resmi, serta mengimbau masyarakat untuk melaporkan kejadian darurat melalui Call Center 112.

Wali Kota juga mengajak masyarakat untuk turut waspada dan berperan aktif dalam upaya mitigasi bencana.

“Jika masyarakat melihat adanya tanda-tanda bahaya atau kejadian bencana, segera laporkan ke aparat wilayah setempat atau hubungi Call Center 112 untuk respons cepat,” ujar Wali Kota Kendari.

Langkah ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Kota Kendari di bawah kepemimpinan Siska Karina Imran dalam menciptakan kota yang tangguh bencana serta menjaga keselamatan dan kenyamanan warganya. (Adv)

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *