KENDARI, LONTARASULTRA.COM – Anggota DPD RI, La Ode Umar Bonte merasa heran dengan para kepala daerah di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang tidak pernah mau menyampaikan keluhan daerahnya secara resmi di Kantor DPD RI Sultra yang berpusat di Kota Kendari.
Kata Umar Bonte, selama 22 tahun Kantor DPD RI Sultra dibangun belum pernah ada surat resmi masuk terkait adanya keluhan atau aspirasi dari pemerintah daerah, semua keluhan justru ia dengar langsung dari masyarakat, baik persoalan jalan maupun anggaran daerah.
“Harusnya yang datang di sini, gubernur, wali kota, bupati, kepala dinas, camat, lurah. Tapi sampai detik ini saya belum pernah terima aspirasi atau keluhan kepala daerah, justru yang saya dapatkan dari masyarakat,” beber Umar Bonte.
Namun kata Umar Bonte, selama ini surat yang masuk di Kantor DPD RI Sultra hanya terkait kegiatan-kegiatan seremonial semata.
“Selama ini DPD RI hanya diundang acara seremonial saja, undangan ulang tahun ini lah, HUT itu lah, undangan akikah ini lah. Tidak pernah ada aspirasi dari pemda,” cetusnya.
Padahal menurut Senator Komite II tersebut, DPD RI dibentuk dengan semangat agar daerah dapat difasilitasi persoalannya di tingkat pusat.
Olehnya itu kata Umar Bonte, DPD RI membentuk panitia kerja untuk mengundang para kepala daerah agar bisa menyampaikan berbagai keluhan di daerah masing-masing.
“Supaya kita bisa mendapatkan informasi tentang permasalahan-permasalahan di daerah tersebut, entah itu soal jalan, soal anggaran atau hal-hal yang lainnya,” ungkapnya.
Untuk diketahui, Komite II DPD RI membidangi pengelolaan sumber daya alam dan pengelolaan sumber daya ekonomi lainnya.
Lingkup tugas tersebut meliputi bidang-bidang strategis, sebagai berikut:
1. Pertanian dan Perkebunan
2. Perhubungan
3. Kelautan dan Perikanan
4. Energi dan Sumber Daya Mineral
5. Kehutanan dan Lingkungan Hidup
6. Ekonomi Kerakyatan dan Daerah Tertinggal
7. Perindustrian dan Perdagangan
8. Penanaman Modal
9. Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
10. Ketahanan Pangan
11. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berkaitan dengan sumber daya alam dan ekonomi.
Redaksi












