KENDARI, LONTARASULTRA.COM – SMPN 21 Kendari terus meningkatkan kualitasnya sebagai sekolah negeri, terlebih menghadapi ajaran baru melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Sejak ditetapkan pada 2018 melalui perubahan nomenklatur Wali Kota Kendari, sekolah ini terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan bagi para siswanya.
Meski demikian, pada ajaran baru tahun ini, SMPN 21 Kendari yang terletak di Jalan Saano, Kelurahan Abeli Dalam, Kecamatan Puuwatu itu belum maksimal dalam penerimaan murid baru.
Hal tersebut bukan tanpa alasan, menurut Kepala SMPN 21 Kendari, Saharun, sekolah pendukung yang berada di zona sekolahnya hanya satu sekolah yakni SDN 75 Kendari yang terletak persis berdampingan dengan SMP tersebut.
“SDN 75 ini yang lulus baru-baru memang sedikit. Jadi yang mendaftar memang tidak banyak,” beber Saharun saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (29/6/2026).
Persoalan siswa tersebut kata Saharun, juga diakibatkan oleh lokasi jarak sekolah yang berada di tengah-tengah antara SMPN 3 Kendari dan SMPN 12 Kendari juga SMPN 23 Kendari, terlebih SMPN 21 Kendari berada di area yang sepi penduduk.
Kendala lainnya, yakni jalur SMPN 21 Kendari bukan merupakan trayek yang dilalui kendaraan umum, karena jalur tersebut lebih banyak dilalui oleh kendaraan pribadi dan mobil truk, karena merupakan jalur Outer Ring Road atau jalan lingkar luar yang menghubungkan Kecamatan Puuwatu-Baruga.
“Karena lokasi sekolah kami ini memang sedikit penduduknya, belum lagi masih banyak hutan-hutannya. Sekolah ini memang dikepung SMP di wilayah Puuwatu dan Baruga,” ungkapnya.
Sedangkan untuk fasilitas sekolah kata Saharun, SMPN 21 Kendari cukup memiliki sarana dan prasarana termasuk sudah mempunyai ruang komputer.
“Kalau yang lalu-lalu memang belum ada jaringan, tapi sekarang audah ada Wifi jadi sudah aman,” pungkasnya.
Redaksi






