Warga Desa Matarape Morowali dan PT KPI Memanas, Himpunan Mahasiswa Angkat Bicara

Daerah, Pertambangan1503 Dilihat

MOROWALI – Himpunan Pelajar Mahasiswa Matarape (HIPPMAT) Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng), angkat bicara terkait aksi pendirian posko perjuangan warga terhadap PT Kacci Purnama Indah (PT KPI) selama dua hari ini.

Salah satu kader HIPPMAT, Ilham Maransyah mengungkapkan, aksi damai yang dilakukan masyarakat Desa Matarape dengan membuat posko perjuangan berdasarkan hati nurani akibat dampak hauling dan pemuatan ore nikel yang dilakukan oleh perusahaan PT KPI.

Ilham menilai, akibat aktifitas perusahaan, tanaman atau kebun warga menjadi tidak produktif lagi semenjak adanya kegiatan perusahaan pertambangan PT KPI.

“Aktifitas warga sekitar yang sudah terbatasi, akibat polusi yang timbul dari kegiatan hauling ore nikel dan kebisingan,” beber Ilham, Jumat (13/6/2025).

Kata Ilham, pembuatan jety dan jalan hauling meskipun sudah memiliki legalitas, namun bukan berarti kegiatan itu tidak berdampak pada ekonomi, dan ekologi masyarakat sekitar tambang.

“Kami menilai dengan dampak investasi perusahaan PT KPI perlunya ada kajian sosial, sehingga investasi tidak hanya mendatangkan nilai tambah buat negara, tetapi juga menciptakan lingkungan yang sehat bagi warga sekitar, terlebih memperhatikan tingkat kesejahteraannya,” cetusnya.

Baca Juga: Dirikan Posko, Masyarakat Matarape Morowali Desak PT KPI Realisasikan Kompensasi Dampak Pertambangan

Menilai tuntutan masyarakat yaitu kompensasi dampak dari 5.000.000 per tongkang menjadi 10.000.000 per tongkang adalah solusi yang nyata bagi warga yang terdampak langsung dari kegiatan penambangan.

“Ketika terjadi aksi warga sekitar tambang, seharusnya perusahaan PT KPI turun di tengah-tengah, ajak masyarakat berdialog, membicarakan secara baik dan arif poin-poin permintaan masyarakat, dan membuat kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak, sehingga tercipta harmonisasi antara pemangku kepentingan investasi yaitu masyarakat, dan perusahaan,” urainya.

Ilham menyampaikan secara tegas, pihaknya mendeklarasikan diri secara kelembagaan, akan mengawal perjuangan masyarakat sampai ada kejelasan.

“Kami tidak akan tinggal diam, membiarkan orang tua kami berjuang sendiri,” paparnya.

Himpunan berkomitmen akan menempuh segala upaya sesuai peraturan yang ada. Ketika tuntutan warga Desa Matarape tidak menemui titik terang, dalam waktu dekat ini pihaknya akan turun ke Matarape melakukan pendampingan.

“Ketika itu kemudian terjadi kejanggalan di lapangan, kami akan melakukan petisi tolak investasi di daerah kami yang tidak mensejahterahkan masyarakat. Percuma ada investasi kalau masyarakat dibuat menderita,” ujarnya.

Pihaknya juga mengingatkan pihak anggota DPRD Morowali terutama yang memiliki dapil di wilayah Desa Matarape, tidak hanya berdiam diri di tengah perjuangan masyarakat.

“Kalian harus turun untuk memediasi persoalan yang terjadi dalam masyarakat, khususnya masyarakat yang berada dalam area lingkar tambang, jangan nanti berbicara tentang rakyat hanya pada saat mau pemilu saja,” pungkasnya.

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *