Usai Tungku Smeltel  PT ITSS Morowali Meledak, PT IMIP Hentikan Sementara Operasi

Kriminal, Nasional927 Dilihat

MOROWALI, LONTARASULTRA.COM – Manajemen PT Industri Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) telah menghentikan sementara operasional pada lokasi kejadian pabrik, akibat ledakan smelter milik PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) kawasan industri PT IMIP, Senin (25/12/2023).

PT IMIP menangani secara cepat jenazah korban kecelakaan kerja di salah satu pabrik pengolahan nikel PT ITSS, Minggu (24/12/2023) malam, seluruh jenazah sudah diantarkan ke rumah keluarga masing-masing. Setiap keluarga korban meninggal dunia juga diberikan santunan.

Sebanyak 9 orang pekerja Indonesia telah dalam proses pengantaran ke rumah kerabat masing-masing. Sementara untuk 4 jenazah Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok, akan diberangkatkan, Senin (25/12/2023) malam.

Pengantaran jenazah korban dilakukan oleh tim PT IMIP dibantu perwakilan tenant dalam kawasan IMIP. Seluruh biaya transportasi hingga ke rumah keluarga, menjadi tanggungan manajemen PT IMIP.

“Hingga saat ini manajemen PT IMIP juga masih melanjutkan investigasi bersama tim gabungan dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, tim penyelidikan dari Polda Sulawesi Tengah, HRD PT IMIP, Safety PT IMIP, dan Safety Tenant,” ungkap Humas PT IMIP, Dedy Kurniawan.

Dedy Kurniawan maengatakan, PT IMIP juga menyelesaikan dan menangani peristiwa ini dengan sebaik-baiknya, jajaran direksi dan seluruh karyawan kawasan industri PT IMIP sangat menyesalkan peristiwa tersebut dan ikut berbela sungkawa terhadap seluruh karyawan yang menjadi korban dalam peristiwa.

PT IMIP memberikan santunan awal sebesar Rp 25 juta per orang bagi setiap korban meninggal dunia, juga biaya pengantaran jenazah hingga tiba di rumah keluarga masing-masing. Adapun bagi para korban luka, PT IMIP menanggung biaya pengobatan termasuk memenuhi kebutuhan perawatan di rumah sakit.

Usai tim PT IMIP berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Sulawesi Tengah, para korban meninggal juga akan diberi santunan yang akan diterima oleh ahli warisnya, berupa jaminan santunan sebanyak 48 kali dari upah pokok terendah.

Upah pokok terendah di kawasan IMIP Rp 3.675.000 atau setara Rp 174.400.000. Dana pemakaman jenazah juga diberikan sebesar Rp 10 juta.

Selain itu, diberikan juga santunan berkala yang dibayarkan sekaligus sebesar Rp 12 juta. PT IMIP juga memastikan korban meninggal yang memiliki anak usia sekolah, akan mendapatkan santunan pendidikan bagi dua orang anak mereka sampai jenjang perguruan tinggi.

Namun besar santunan itu tidak lebih dari Rp 174 juta dan mendapatkan Jaminan Hari Tua (JHT) sesuai iuran yang didapat. Selain memenuhi hak para korban beserta keluarganya secara layak, PT IMIP melakukan penanganan korban luka secara berkala dan berkelanjutan.

Hal ini dijalankan lewat koordinasi intens dengan pihak terkait, antara lain safety tenant, satuan pengamanan objek vital nasional (PAM Obvitnas) Kawasan IMIP, Polda Sulawesi Tengah, Korem 132/Tadulako, dan jajaran pemerintah Kecamatan Bahodopi dan Kabupaten Morowali.

Laporan: Nabil Artha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *