Pemkot Kendari Sulap Lahan Kosong di Baruga jadi Ruang Hijau Berbasis Pertanian dan Pariwisata

Metro Kota570 Dilihat

KENDARI, LONTARASULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terus mendorong pemanfaatan lahan milik daerah untuk program strategis.

Salah satunya diwujudkan lewat rencana pengembangan urban farming dan agroeduwisata yang akan dibangun di atas aset tanah milik Pemkot Kendari, di Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga.

Keseriusan itu dibukatikan ketika Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran bersama Wakil Wali Kota Sudirman, kepala dinas terkait, serta kepala bidang aset melakukan peninjauan langsung ke lokasi rencana pengembangan tersebut. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian lahan dan potensi pengembangan kawasan berbasis pertanian kota terpadu.

Kecamatan Baruga jadi lokasi pengembangan urban farming. Foto: Lontara.

Lahan yang ditinjau merupakan Barang Milik Daerah (BMD) berupa aset tanah resmi milik Pemkot Kendari. Rencananya, kawasan ini akan disulap menjadi pusat urban farming sekaligus destinasi edukatif dan wisata yang melibatkan masyarakat sekitar, pelajar, serta komunitas pertanian.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran mengatakan, proyek ini tidak hanya bertujuan meningkatkan ketahanan pangan perkotaan, tapi juga menjadi media pembelajaran, rekreasi, serta penguatan ekonomi lokal.

“Kita ingin menjadikan agroeduwisata ini sebagai salah satu ruang hijau produktif yang edukatif. Lokasinya strategis dan kita optimalkan aset milik daerah untuk kepentingan bersama,” ujarnya.

Fokus pengembangan urban farming dan agroeduwisata berada di Kelurahan Baruga. Foto: Lontara.

Siska menyebut, urban farming dan agroeduwisata adalah dua konsep yang saling berkaitan dan memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas hidup di perkotaan, serta mendukung ketahanan pangan dan pariwisata berbasis pertanian.

Siska menegaskan, pemerintah kota melalui Dinas Pertanian Kota Kendari dan instansi teknis lainnya akan segera menyusun detail perencanaan teknis dan pemberdayaan masyarakat sekitar lokasi.

Urban farming merupakan kegiatan bercocok tanam di lingkungan perkotaan, memanfaatkan lahan terbatas untuk menghasilkan bahan pangan dan mempercantik lingkungan. Sementara itu, agroeduwisata adalah konsep wisata yang menggabungkan kegiatan pertanian dengan edukasi dan rekreasi.

Peninjauan lahan pemerintah untuk pengembangan urban farming dan agroeduwisata. Foto: Istimewa.

Urban farming, atau pertanian perkotaan, adalah praktik bercocok tanam dan beternak di wilayah perkotaan, memanfaatkan lahan terbatas seperti pekarangan, atap, atau bahkan ruang dalam ruangan. Tujuannya adalah untuk menghasilkan bahan pangan secara lokal, meningkatkan ketahanan pangan, dan menciptakan ruang hijau di tengah kota.

Agroeduwisata adalah konsep wisata yang menggabungkan unsur pendidikan dan pariwisata, khususnya di bidang pertanian. Konsep ini memberikan pengalaman belajar interaktif bagi pengunjung sambil meningkatkan pemahaman mereka tentang dunia pertanian, lingkungan, dan keberlanjutan. (Adv)

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *