SMPN 10 Kendari Galakkan Program Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Metro Kota, Pendidikan1112 Dilihat

KENDARI, LONTARASULTRA.COM – Guna meningkatkan mutu siswa, SMPN 10 Kendari terus berbenah, salah satunya dengan menerapkan program penguatan pendidikan karakter melalui pembiasaan di satuan pendidikan.

Menurut Kepala SMPN 10 Kendari, Zamli, program yang dilakukan merupakan tindaklanjut dari Surat Edaran Bersama tiga menteri, yakni Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama.

Kata Zamli surat edaran bersama itu bertujuan memberikan pedoman kepada pemerintah daerah, satuan pendidikan, pendidik, tenaga kependidikan, serta orang tua dalam rangka menumbuhkembangkan karakter peserta didik melalui pembiasaan yang dilakukan secara berkesinambungan.

Surat edaran itu kata Zamli, mengamanatkan pelaksanaan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yang meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.

“Kebiasaan tersebut harus dilakukan dengan pendekatan yang penuh kesadaran, bermakna dan menggembirakan,” kata Zamli saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (12/2/2025).

Kata dia, tujuh kebiasaan anak tersebut sebenarnya sudah lama menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia, hanya saja di tengah gempuran kemajuan zaman dan teknologi sudah mulai ditinggalkan. Kini kebiasaan tersebut kembali digalakkan oleh pemerintah terhadap anak didik.

“Seperti bangun pagi ini kan dari dulu sudah dilakukan di lingkungan keluarga, termasuk beribadah dan berolah raga,” papar Zamli.

Namun kata Zamli, pihak sekolah harus terus mendukung kebiasaan tersebut. Di SMPN 10 Kendari sendiri, sudah ada program salat berjamaah untuk para siswa termasuk olahraga yang dilakukan setiap pagi sebelum belajar mengajar dimulai.

Gemar belajar juga terus dilakukan pihak sekolah dengan menyedian bahan bacaan yang mempuni, termasuk mengurangi penggunaan handphone di sekolah.

Sedangkan bermasyarakat juga dukungan sekolah melalui banyak melakukan pembelajaran kelompok agar siswa saling berinteraksi satu sama lain dan tidak individualisme di lingkungan sekolah.

“Ini memang menjadi tugas sekolah. Sementara tidur cepat juga menjadi tanggunggawab keluarga di rumah, supaya tidak terlambat masuk sekolah,” terangnya.

Meski demikian, peran orang tua juga penting untuk menyukseskan pelaksanaan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Penulis: Aisa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *