Miliki 16 Rombel Termasuk Lapas dan Rutan, SPN SKB Kendari Terus Tingkatkan Pendidikan Kesetaraan di Sultra

KENDARI, LONTARASULTRA.COM – Satuan Pendidikan Nonformal (SPN) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Kendari, terus melebarkan sayap dalam pendidikan kesetaraan di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pendidikan kesetaraan di SPN SKB sendiri meliputi pendidikan Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP) dan Paket C (setara SMA) serta program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Bahkan, SPN SKB Kendari yang berada di Jalan Ruruhi, Nomor 2, Kelurahan Anggoeya, Kecamatan Poasia, telah banyak menjalin kemitraan pendidikan kesetaraan, seperti di Lapas Kelas IIA Kendari, Lapas Anak, Rutan Kendari dan Yayasan Anak Jalanan.

Kepala SPN SKB Kendari, Sarjan Abdullah Taewa menerangkan, pihaknya sudah mulai melakukan proses pembelajaran pada akhir Juli 2025 lalu dengan jumlah 16 rombongan belajar (rombel).

“Di dalam SKB sendiri saja ada 9 rombel, sisanya ada di kemitraan luar gedung SKB,” beber Sarjan saat ditemui di ruang kerjanya, Tabu (6/8/2025).

Kata Sarjan, di tahun 2025 ini, semua tingkatan pendidikan kesetaraan sudah terisi, mulai Paket A kelas 4, 5 dan 6, Paket B kelas 7, 8 dan 9 juga Paket C kelas 10, 11 dan 12.

Terkhusus di mitra Lapas Kendari, Lapas Anak dan Rutan Kendari, tenaga pengajar dibantu oleh para petugas permasyarakatan yang memiliki basic pendidikan.

“Untuk tahun ini, sudah ada alumni Paket C di Lapas Anak. Yang ikut asesmen 7 orang kemudian yang mengikuti ujian 3 orang, dan sudah dinerikan Ijazahnya bertepatan di Hari Anak,” ungkap Sarjan.

Bahkan, untuk hari ini kata Sarjan, sebanyak 30 orang mengikuti asesmen untuk Paket C atau setara SMA yang terbagi sebanyak 25 orang mengikuti asesmen di gedung SPN SKB Kendari dan 5 orang lainnya di Lapas Kendari.

“Kegiatan asesmen memang dilakukan selama 2 hari sampai besok. Kalau besok itu asesmen secara nasional di seluruh Indonesia, melalui via online,” ujar Sarjan.

Sarjan mengungkapkan, hingga saat ini siswa SPN SKB berjumlah 206 orang yang berada di Dapodik, mereka tersebar di 16 rombel. Para siswa pun bukan hanya dari Kota Kendari, tetapi dari berbagai daerah di Sultra juga ada.

Sementara program yang sedang dikembangkan saat ini, yakni gedung di SKB sendiri melakukan pembelajaran berbasis digital komputerisasi sementara untuk lembaga mitra seperti Lapas, Lapas Anak dan Rutan, yaitu program pembelajaran yang dipadukan dengan sistem di permasyarakatan tersebut.

“Berbagai keterampilan yang ada itu kita sesuaikan dan masukan ke kurikulum kami. Jadi kami yang menyesuaikan,” paparnya.

Meski demikian, Sarjan mengaku hingga kini yang masih menjadi kekurangan di SPN SKB Kendari yakni tenaga pendidik yang hanya 7 orang yang harus mengajar pada 16 rombel.

“Untuk melayani 16 rombel dengan 7 guru itu tidak mudah. Kami sangat kekurangan di guru,” tutupnya.

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *