Gerakan Pangan Murah di Kelurahan Baruga Dibanjiri Warga, Lurah: Ini Sangat Membantu Masyarakat

Ekobis, Metro Kota842 Dilihat

KENDARI, LONTARASULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terus menggalakan gerakan pangan lurah guna mengendalikan inflasi. Salah satu sasarannya yakni di Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Rabu (10/9/2025).

Atas gerakan tersebut, Kantor Lurah Baruga dibanjiri warga sejak pagi hari untuk berburu beras yang lebih mirah di banding jika membeli di pasaran dengan harga yang cukup mahal.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf menerangkan, untuk di Kelurahan Baruga sendiri pihaknya menghadirkan sebanyak 2,5 ton beras atau sekitar 500 karung ukuran 5 Kg beserta gula pasir.

“Untuk beras itu harganya Rp 58.000 per karung, sementara gula harganya Rp 17.500 per saset ukuran 1 Kg,” beber Abdul Rauf di sela-sela penyaluran pangan murah.

Warga antusias dalam menyambit gerakan pangan murah di Kantor Lurah Baruga, Kota Kendari. Foto: Lontara.

Kata Abdul Rauf, gerakan pangan murah tidak berhenti saat ini saja. Namun jika ke depannya pihak kelurahan membutuhkan lagi, maka Dinas Ketahanan Pangan bakal menyalurkannya kembali.

Baca Juga: Baru Dilantik, Lurah Baruga Kendari Tancap Gas Soal Kebersihan Lingkungan dan Pelayanan

Sejak Januari 2025, gerakan pangan murah sudah dilakukan di sekitar 60 titik di Kota Kendari. Hasilnya pun signifikan, posisi inflasi mengalami penurunan dengan berada paling rendah di Sulawesi Tenggara.

“Ini tentu berkat dukungan Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang selalu membimbing kita dengan penyalurah beras SPHP yang sudah disubsidi oleh pemerintah,” ungkapnya.

Warga mengantre untuk mendapatkan beras murah. Foto: Lontara.

Senada, Lurah Baruga, Suhrin Eddwar mengatakan, meski gerakan pangan murah dilaksanakan di wilayah kerjanya, namun pihaknya tidak menutup diri jika ada masyarakat dari kelurahan atau kecamatan lain yang ikut membeli sembako.

Meski demikian, Suhrin juga menekankan pada warga agar tidak membeli beras dengan jumlah banyak, maksimal pembelian hanya 2 karung beras per Kepala Keluarga.

“Supaya semua warga bisa kebagian beras, ini juga untuk mencegah jika adanya penimbunan. Makanya kami hanya batasi 2 karung saja setiap pembelian,” beber Suhrin.

Sejak pagi hari, warga sudah memadati Kantor Lurah Baruga. Foto: Lontara.

Kata Suhrin, pihaknya sangat berterimakasih dan mengapriasi pemerintah kota atas gerakan pangan murah di Kelurahan Baruga. Mengingat harga besar saat ini cukup tinggi di pasaran.

“Gerakan ini sangat membantu masyarakat menengah ke bawah. Warga juga bisa berhemat dengan membeli beras yang lebih murah,” paparnya.

Tidak menutup kemungkinan kata Siluhrin, ke depannya akan ada lagi gerakan pangan murah serupa yang dilakukan di Kelurahan Baruga berdasarkan kebutuhan masyarakat.

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *