Digelar di Kelurahan Wundumbatu, Gerakan Pangan Murah Kecamatan Poasia Kendari Diserbu Warga

Ekobis, Metro Kota879 Dilihat

KENDARI, LONTARASULTRA.COM – Gerakan Pangan Murah (GPM) digelar serentak di 7.284 kecamatan se-Indonesia, termasuk di Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang digelar serentak di 11 kecamatan yang ada.

Khusus untuk Kecamatan Poasia, GPM dilakukan di Kantor Koperasi Kelurahan Merah Putih Wundumbatu yang bekerja asama dengan Bulog dan swalayan Matahari, Sabtu (30/8/2025).

Camat Poasia, Rovina Mandalay Putra menerangkan, di tengah inflasi saat ini, program GPM sangat membantu masyarakat untuk meringankan beban dalam pemenuhan kebutuhan pangan.

“Kita tahu sendiri harga-harga sekarang ini tidak stabil. Makanya kami di Poasia ini bersama para Lurah mendukung dan bekerjasama menyukseskan kegiatan GPM ini,” beber Rovina Mandalay, saat ditemui di lokasi pasar murah.

Warga berbondong-bondong berdatangan di GPM Kecamatan Poasia. Foto: Lontara.

Dengan tersediaan sebanyak 2 ton beras, bersama gula pasir dan minyak goreng, diharap dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Kecamatan Poasia, terlebih melihat antusias masyarakat yang begitu tinggi.

Rovina Mandalay mengakui, meski waktu sosialisasi yang singkat, namun pihaknya langsung bekerjasama dengan para lurah dan melibatkan RT/RW untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat.

“GPM hanya hari ini saja, makanya harus dimaksimalkan, warga juga sangat antusias. Tadinya jatah kecamatan sebanyak 7 ton beras, tapi melihat tempat yang tidak cukup untuk menampung, jadi kita sepakati 2 ton saja,” ucapnya.

Rovina Mandalay juga menggandeng mitra brand Matahari untuk memantik perhatian warga, sekaligus berbelanja murah sambil mengetahui informasi-informasi di Kecamatan Poasia.

Pihak Kecamatan Poasia menggandeng brand Matahari dalam program GPM. Foto: Lontara.

Camat Poasia juga memberikan alasan memilih Kelurahan Wundumbatu sebagai lokasi GPM, khususnya di Kantor Koperasi Merah Putih, selain posisinya strategis karena berada di pinggir jalan, hal tersebut menandakan jika Koperasi Kelurahan Merah Putih Wundumbatu sudah aktif berjalan.

“Ini sekaligus membuktikan kalau Koperasi Merah Putih sudah berjalan di Kecamatan Poasia ini,” ungkap Rovina Mandalay.

Senada, Lurah Wundumbatu, Jeriyanto mengatakan, kelurahannya memang sudah siap karena memiliki gerai dan gudang untuk penyimpanan logistik seperti beras.

Selain itu, Jeriyanto juga berharap kegiatan GPM masih terus dilaksanakan agar membantu masyarakat dalam hal pemenuhan kebutuhan pangan.

“Apa lagi kebutuhan pangan lagi berat di masyarakat. Jadi dengan kegiatan seperti ini sangat berdampak positif bagi masyarakat,” papar Jeriyanto.

Program GPM digelar serentak di kecamatan se-Indonesia, termasuk di Kota Kendari. Foto: Lontara.

Guna mencukupi kebutuhan warga, pihak kelurahan dan kecamatan kata Jeriyanto bersepakat membatasi pembelian warga hanya sebanyak 2 karung beras saja per Kepala Keluarga (KK).

“Memang kita batasi pembeliannya, supaya tidak disalah gunakan. Jangan sampai kalau beli banyak, justru dijual kembali nantinya. Ini yang kami antisipasi,” pungkas Jeriyanto.

Untuk diketahui, harga beras merk SPHP dijual seharga Rp 58.000 per karung 5 Kg, gula pasir Rp 17.500 per Kg dan miyak goreng Rp 15.500 per liter.

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *