KENDARI, LONTARASULTRA.COM – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengunjungi lahan persawahan di Amohalo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (12/5/2026).
Mentan turut didampingi Wakil Gubernur Sultra, Hugua hingga Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran.
Tak hanya lahan persawahan, Amran juga mengunjungi lokasi warga yang terdampak banjir di bantaran Sungai Wanggu.
Kunjungan tersebut berkaitan percepatan penanganan dampak banjir yang merusak sektor pertanian.

Akibat banjir, lahan persawahan 300 hektare di Amohalo terancam gagal panen akibat tingginya permukaan air.
Mentan pun mengambil langka cepat, dengan berkoordinasi Direktorat Jenderal Pekerjaan Umum, guna perbaikan tanggul jebol sekira 2 kilometer di kawasan persawahan.
“Tadi subuh saya putuskan berangkat melihat langsung dan menyelesaikan masalah. Pertama sumber air, ternyata tanggul jebol. Kita selesaikan seminggu, segera dikerjakan,” ujar Andi Amran Sulaiman saat berada di Amohalo, Selasa pagi.
Tak hanya renovasi tanggul, Pemerintah Pusat turut memberikan bantuan benih padi, hand traktor 20 unit, hingga bantuan pangan.

Untuk bantuan benih padi akan diberikan ke tiga kabupaten kota Sulawesi Tenggara, mencapai 2.000 hektare.
“Yang kena banjir diberikan benih padi 2.000 hektare gratis. Hand traktor, combine harvester. Lalu, sudah ada bantuan 30 ton, kemudian minyak goreng 1.500 sudah terkirim,” katanya.
Sementara, saat kunjungan di bantaran Sungai Wanggu, Jalan H Lamuse, Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Barunga, Amran membawa bantuan senilai Rp 500 juta untuk korban banjir.
“Karena saya pernah merasakan, bencana ada Rp 500 juta seadanya, karena ini adalah kampung halaman saya,” katanya.
“Pemerintah bergerak cepat atas perintah Presiden. Tadi malam bersama Bapak Presiden kita pantau seluruh Indonesia, apa keluhan rakyat, kita turun langsung, kami bawa solusi,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sultra, Hugua, memastikan bantuan alat Pemerintah Pusat dibagikan sesuai kebutuhan para petani.
“Akan disalurkan secara proporsional, sesuai tingkat kebutuhan wilayah terdampak,” ujarnya.
Di sisi lain, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengapresiasi tindak cepat Pemerintah Pusat, terbukti dengan kesigapan Mentan meninjau lokasi banjir.
“Kehadiran menteri menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah dalam membantu warga dan petani segera bangkit pasca terjadinya bencana. (Veto)






