KENDARI, LONTARASULTRA.COM – Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari punya strategi jitu dalam pengelolaan sampah organik, salah satunya dengan membangun bank sampah.
Bank Sampah Meohai milik Pemerintah Kelurahan Lepo-Lepo memiliki nilai ekonomis bagi warga, selain menekan jumlah sampah di lingkungan juga bisa menghasilkan tambahan pemasukan.
Lurah Lepo-Lepo, Ridlan Nurung menerangkan, setiap warga bisa langsung membawa sampah organik yang dapat diolah kembali ke Bank Sampah Meohai yang terletak di kantor kelurahan.
Kata Ridlan, sudah ada pihak pengepul yang bekerjasama untuk melakukan traksaksi jual beli sampah organik tersebut. Biasanya, setiap Sabtu proses penimbangan dilakukan oleh pihak pengepul.
Selain mengurangi sampah, warga juga bisa mendapat penghasilan tambahan dari hasil penjual sampah organik tersebut.
“Pihak pengepulnya sudah ada, mereka tinggal datang jemput di sini. Timbang lalu dibayarkan, kemudian warga tinggal ambil uangnya,” beber Ridlan saat ditemui di kantornya, Kamis (12/2/2026).
Tak sampai di situ, Ridlan juga mendorong bank sampah dilakukan di setiap tingkatan Rukun Warga (RW) agar masyarakat tak perlu jauh membuang sampah organik.
“Saya dorong setiap RW buat satu bank sampah, biar lebih menjangkau warga,” ucapnya.
Hal tersebut dilakukan mengingat, bak sampah maupun kontainer sampah di Kelurahan Lepo-Lepo masih belum memadai di banding jumlah penduduk yang kian meningkat akibat pembangunan perumahan yang masif.
Bank sampah sendiri merupakan program dari Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari guna menekan produksi sampah di Kota Lulo.
Redaksi






