KONSEL, LONTARASULTRA.COM – PT Galangan Moramo Maelo (GMM) terus menunjukan komitmennya dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM), khususnya pada masyarakat Desa Tanjung Tiram, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).
Perusahaan galangan kapal tersebut melakukan pelatihan welder dan fitter pada masyarakat Desa Tanjung Tiram guna meningkatkan keterampilan, pengetahuan atau kemampuan dalam bidang pengelasan.
Welder sendiri merupakan pengelas. Seorang welder adalah pekerja yang memiliki keahlian dalam menyambung logam dengan menggunakan teknik pengelasan. Mereka bekerja di berbagai industri seperti konstruksi, manufaktur, dan reparasi.
Sementara fitter adalah pemasang. Seorang fitter adalah pekerja yang bertanggung jawab untuk memasang, merakit dan memastikan komponen atau peralatan sesuai dengan spesifikasi. Mereka sering bekerja di industri manufaktur, konstruksi, atau perawatan mesin.

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan masyarakat untuk bekerja di bidang usaha reparasi perbaikan perkapalan. Hal tersebut juga merupakan komitmem antara PT GMM dan Pemerintah Desa Tanjung Tiram di bidang SDM.
Koordinator Training, Eris Munandar T menginginkan, kegiatan seperti yang dilakukan PT GGM tetap berlanjut sampai pada tahapan tersertifikasinya masyarakat Desa Tanjung Tiram sesuai dengan keahlian yang dipelajari.
Hal itu juga sebagai wujud komitmen sebagai masyarakat Desa Tanjung Tiram dalam memaksimalkan terwujudnya kesepakatan yang telah ditandatangani bersama antara PT GMM dan pemdes setempat.
Eris yang juga Kasi Pelayanan Desa Tanjung Tiram berharap, ke depan para peserta training tahap satu ini bisa mambangun hubungan kerja sama saling menguntungkan, di mana perusahaan tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya untuk mendatangkan tenaga kerja dari luar daerah.
“Supaya mereka bisa memperoleh tambahan pendapatan dan peningkatan skill dengan dilaksanakannya training oleh PT GMM,” papar Eris yang juga Alumni Fakultas Hukum UHO Tahun 2011.

Sementara, Humas PT GMM, Gery membenarkan, jika PT GMM dan masyarakat Desa Tanjung Tiram melaksanakan pelatihan tahap satu, dikuti oleh 31 peserta, diantaranya 5 instruktur, 25 peserta pria, dan 6 perempuan. Rencananya, kegiatan akan digelar pada 12-17 Mei 2025.
“Harapan saya, adik-adik ini mengikuti proses training ini dengan sungguh-sungguh, sebab sebelumnya menurut pengalaman saya tidak pernah ada perusahaan di Desa Tanjung Tiram memberikan kesempatan dan fasilitas untuk masyarakat melakukan pelatihan,” beber Gery.
Senada, Projek Manager PT GMM, Densal Sallipadang mengucapkan mengucapkan terima kasih atas partisipasi aktif warga dalam kegiatan training.
Kata Densal, sebagai bagian dari komitmen kami terhadap kesepakatan yang telah disepakati bersama, perusahaan akan terus mendukung program pemberdayaan masyarakat guna menciptakan manfaat jangka panjang bagi lingkungan sekitar.
“Kami percaya bahwa kolaborasi ini akan membawa dampak positif bagi kita semua,” ujarnya.

Salah satu peserta training yang juga masyarakat Desa Tanjung Tiram, Selfia Ningsih mengapresiasi atas keterbukaan PT GMM dalam melaksanakan training sebagai bentuk komitmen pelaksanaan MoU dengan Pemerintah Desa Tanjung Tiram.
“Akan lebih berguna untuk perkembangan taraf kehidupan masyarakat. Harapan saya kalau perusahaan yang ada di Desa Tanjung Tiram yang tidak mempunyai perjanjian kerjasama dengan pemerintah desa, bisa melaksanakan training juga,” ucapnya.
Redaksi






