SDN 40 Kendari Gratiskan Seragam Sekolah ke Siswa di Tengah Sorotan Bisnis Pendidikan

KENDARI, LONTARASULTRA.COM – Di tengah sorotan publik terkait adanya bisnis di dunia pendidikan di Indonesia dengan berbagai model jual beli seragam sekolah. Namun masih ada sekolah yang benar-benar menjalankan fungsinya dengan baik, salah satunya SDN 40 Kendari.

Sejak 2 tahun lalu, Sekolah Dasar yang berlokasi di daerah pesisir Kelurahan Talia, Kecamatan Abeli itu sudah menggratiskan sejumlah seragam sekolah pada murid-murid barunya.

Kepala SDN 40 Kendari, Supriyadi menerangkan, pihak sekolah membagikan secara gratis seragam sekolah, mulai baju merah putih dan batik, tas, buku tulis bahkan sepatu.

Keceriaan Siswa SDN 40 Kendari. Foto: Lontara.

Anggaran yang digunakan, murni dari hasil sumbangan para guru yang disisihkan melalui dana sertifikasi guru-guru yang ada sejumlah 13 orang. Hal itu dilakukan sebagai pembentukan karakter berbagi para guru dalam dunia pendidikan.

“Hanya kalau untuk sepatu itu kita stop, karena terkendala di ukuran kaki murid. Banyak yanh tidak cocok dan menjadi mubazir,” beber Supriyadi saat ditemui ruang kerjanya, Selasa (29/7/2025).

Supriyadi mengaku, pemberian seragam sekolah dilkukan secara merata tanpa melihat latar belakang ekonomi orang tua siswanya. Hal itu dilihatnya sebagai hak semua siswa tanpa melihat status.

Kata Supriyadi, transparansi keuangan menjadi kunci kepercayaan para guru untuk mengumpulkan sumbangan guna kebutuhan para siswa.

“Tanpa kepercayaan dan transparansi tidak akan mungkin mencapai program seragam gratis seperti yang saat ini,” pungkasnya.

Siswa SDN 40 Kendari sedang istirahat pembelajaran. Foto: Lontara.

Sebelumnya, DPRD Kota Kendari memanggil semua Kepala Sekolah SD maupun SMP dalam rapat dengar pendapat (RDP) terkait bisnis jual beli seragam sekolah pada murid baru.

Tak tanggung-tanggung banyak sekolah yang memperjual belikan segaram sekolah, mulai baju batik, olahraga, baju muslim, atribut sekolah hingga kaos kaki dengan harga tinggi.

DPRD Kota Kendari pun geram atas tindakan para pihak sekolah yang menjadikan pendidikan sebagai lahan bisnis.

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed