PT SPIL Diminta Tanggungjawab Soal Kecelakaan Maut di Konsel yang Renggut 2 Nyawa

Daerah, Konsel, Kriminal1319 Dilihat

KENDARI, LONTARASULTRA.COM – Korban kecelakaan yang melibatkan sepeda motor dan truk terjadi di Desa Anduna, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu (15/9/2024) lalu, masih menyisakan duka mendalam.

Pasalnya saat kecelakaan, seorang ibu meninggal dunia di tempat yang disaksikan langsung oleh anak serta cucunya. Belakangan, sang cucu juga dinyatakan meninggal dunia.

Kini, anak perempuan yang mengalami kecelakaan tersebut masih mendapat perawatan di RSUD Bahteramas Kota Kendari dengan kondisi patah tulang di kaki kanan dan tangan kirinya.

Sementara, truk yang terlibat kecelakaan itu belakangan diketahui milik perusahaan PT SPIL yang hingga kini belum ada inisiatif untuk bertemu dengan korban maupun keluarganya.

Orang tua korban, Roni (58) meminta pihak perusahaan PT SPIL agar memberikan perhatian pada korban yang masih seorang pelajar dan masih dirawat di rumah sakit.

“Karena sampai saat ini belum ada perhatian, juga pihak perusahaan belum menemui pihak keluarga,” ucap Roni saat ditemui di RSUD Bahteramas Kendari, Minggu (22/9/2024).

Sang korban selamat membeberkan, saat kejadian naas itu, mobit truk tersebut tiba-tiba saja berhenti di pendakian, korban yang berada di belakang mobil truk langsung kaget dan berhenti seketika. Tak berselang, mobil truk langsung membanting setir dan melindas motor dan korban.

“Pas kita berhenti kaget itu, kita jatuh, itu mobil banting setir. Saya tarik mamaku ke pinggir jalan, selamat dari ban belakang, padahal masih terinjak oleh ban kedua dari depan. Kami dari Raha mau ke Kendari,” beber korban yang masih berbaring di RSUD Bahteramas Kendari.

Menanggapi itu, Lembaga Aliansi Pemuda dan Pelajar (LAP2) Sultra, sangat menyesalkan sikap perusahaan PT SPIL yang tidak punya inisiatif bertemu dengan keluarga korban.

Dewan Pembina LAP2 Sultra, Hasanuddin Kansi, mendesak PT SPIL untuk segera memberi perhatian pada korban kecelakaan yang kemungkinan akan cacat permanen.

“Kita akan kawal, kita juga akan bantu mediasi antara keluarga korban dan perusahaan. Kalau mau bertanggungjawab, ya bicara dengan keluarga korban. Kalau tidak, kami akan pergi segel kantor mereka,” tegas Hasanuddin saat ditemui di ruang perawatan RSUD Bahtetamas Kendari.

Pihaknya mengaku, bakal terus mengawal hingga pihak perusahaan PT SPIL bertanggung jawab terhadap korban kecelakaan yang mengakibatkan 2 orang meninggal dunia dan 1 mendapat perawatan di rumah sakit.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Lontarasultra.com masih berupaya menghubungi pihak perusahaan PT SPIL untuk diminta klarifikasi soal kasus kecelakaan tersebut.

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *