Adaptasi Teknologi, SMPN 3 Wawonii Tenggara Luncurkan Absen Digital untuk Siswa

Konkep, Pendidikan46 Dilihat

KONAWE KEPULAUAN, LONTARASULTRA.COM – SMPN 3 Wawonii Tenggara, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) resmi meluncurkan program absensi digital pada Senin (12/10/2026).

Langkah inovatif ini menegaskan komitmen SMPN 3 Wawonii Tenggara dalam melakukan akselerasi teknologi dan digitalisasi, sekaligus membuktikan bahwa keterbatasan jarak dari pusat ibu kota bukan menjadi penghalang untuk menghadirkan layanan pendidikan yang modern.

Kepala SMPN 3 Wawonii Tenggara, Kasirun, S.Pd menyatakan, transformasi digital di lembaga pendidikan merupakan kebutuhan krusial yang tidak dapat ditawar. Sekolah harus terus adaptif terhadap perkembangan zaman guna menciptakan budaya kerja dan belajar yang efektif.

“Meskipun sekolah kami berada di wilayah yang terbilang jauh dari pusat ibu kota, adaptasi terhadap teknologi dan digitalisasi telah menjadi suatu keharusan. Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai inovasi digital demi memajukan mutu serta standar kualitas SMPN 3 Wawonii Tenggara,” ungkap Kasirun.

Kasirun menambahkan, penerapan absensi digital ini tidak hanya sekadar modernisasi sarana, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter disiplin bagi siswa. Data kehadiran yang tercatat secara tepat waktu akan mempermudah manajemen sekolah dalam memantau kedisiplinan peserta didik secara objektif.

“Inovasi ini adalah langkah awal dari peta jalan digitalisasi yang sedang kami bangun di sekolah. Kami akan terus melangkah maju dan menghadirkan pembaruan berbasis teknologi lainnya demi mendukung tumbuh kembang potensi peserta didik di era digital,” tegas Kasirun.

Ia menilai, penerapan absensi digital memberikan kemudahan administratif yang nyata bagi para pendidik.

“Hadirnya sistem absensi digital ini sangat membantu efisiensi waktu di sekolah. Para guru kini tidak perlu lagi melakukan rekapitulasi kehadiran secara manual yang memakan waktu, sehingga fokus perhatian dapat sepenuhnya dicurahkan pada proses pembelajaran di kelas,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu guru SMPN 3 Wawonii Tenggara, Jubirman, S.Pd, M.Pd menerangkan, sistem absensi digital ini diberlakukan secara penuh bagi seluruh peserta didik saat jam kedatangan pagi dan jam kepulangan siang.

Mekanismenya, lanjut Jubirman, dirancang praktis. Peserta didik cukup memindai barcode pada Kartu Pelajar ke layar monitor komputer. Demi menjamin kelancaran alur kehadiran serta menghindari penumpukan antrean, pihak sekolah menyiagakan 6 unit Chromebook yang beroperasi secara simultan.

“Pemanfaatan enam unit Chromebook dalam sistem absensi ini dirancang secara matang agar proses pemindaian berjalan cepat dan lancar. Kami ingin memastikan bahwa seluruh peserta didik dapat mencatatkan kehadirannya tanpa perlu membuang waktu dalam antrean yang panjang,” lanjutnya.

Guru Mata Pelajaran Matematika itu juga menjelaskan, pengenalan teknologi pemindaian ini juga memberikan pengalaman belajar langsung bagi peserta didik mengenai pemanfaatan teknologi tepat guna. Hal ini dinilai efektif dalam menumbuhkan kecakapan digital siswa sejak dini.

“Penggunaan Chromebook sebagai media absensi menjadi sarana edukasi yang sangat baik bagi mereka dalam memahami fungsi nyata teknologi untuk kehidupan sehari-hari,” tambah Jubirman.

Sistem baru ini juga mendapat sambutan hangat dan apresiasi positif dari para peserta didik, salah satunya Firnayanti. Ia mengaku bangga dan senang atas terobosan canggih yang kini hadir di sekolahnya.

“Proses absensinya sangat mudah dan seru. Kami tinggal melakukan scan barcode di Kartu Pelajar ke layar Chromebook saat datang dan pulang sekolah, lalu data kami langsung terdata secara cepat tanpa harus mengantre lama,” kata Firnayanti.

Firnayanti berharap kemajuan ini menjadi pemicu semangat bagi seluruh siswa untuk belajar lebih giat dan berprestasi.

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *