Target Adipura 2026, Pemda Konawe Utara Upgrade Pengelolaan Sampah hingga Bangun Workshop

Daerah, Konut31 Dilihat

KONAWE UTARA, LONTARASULTRA.COM – Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe Utara (Konut) terus menggenjot pengelolaan sampah yang baik agar bisa meraih Piagam Adipura 2026. Langkah-langkah strategis pun mulai disiapkan dalam pengelolaan sampah hingga ke tempat pemrosesan akhir (TPA).

Seperti diketahui, baru-baru ini tak satupun daerah di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang menerima penghargaan Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) termasuk Kabupaten Konawe Utara.

Nah, upaya yang dilakukan Pemda Konut, salah satunya dengan mengikuti Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Pengelolaan sampah dan pemetaan potensi nilai ekonomi dari sektor limbah di Provinsi Sulawesi Tenggara yang diselenggarakan di Kota Kendari, Selasa (28/6/2026).

Sekretaris Daerah (Sekda) Konut, Dr. Safruddin, S.Pd.,M.Pd menerangkan, jika pemda bersama stakeholder turut andil dalam pengelolaan dan pengolahan, maka sampah dapat teratasi dengan baik. Hal itu akan terwujud dalam bentuk dukungan kebijakan.

“Terutama kebijakan pada sumber sampah, karena apabila tidak terkelola dengan baik, maka tidak mampu kita atasi,” beber Safruddin di sela-sela Rakorda.

Kata Safruddin, persoalan sampah merupakan tanggung jawab secara berantai yang harus didukung oleh kebijakan dan penegakkan terhadap regulasi tersebut.

“Sehingga ada konsistensi, ada ketegasan, lalu jelas dan terukur tindakannya seperti apa,” paparnya.

Hal senada, selaku lembaga teknis, Kepala DLH Konut, Marjoni, SKM.,MPH menerangkan, pengelolaan sampah akan di-upgrade atau ditingkatkan, mengingat tahap pertama dari tiga kali penilaian akan dilakukan pada Juni 2026 mendatang oleh KLHK.

Olehnya itu, pihaknya telah menyusun berbagai langkah strategis pengelolaan sampah dari hulu atau masyarakat hingga ke hilir atau ke TPA.

Dari masyarakat kata Marjoni, melalui pemisahan jenis sampah organik yang mudah terurai seperti sisa makan dan lainnya yang dapat dijadikan kompos, lalu sampah anorganik dari plastik, logam atau kaca yang sulit terurai dan lebih tepat didaur ulang.

Masyarakat diedukasi terkait pengelolaan sampah dimulai dari Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan Bank Sampah yang merupakan skala kawasan yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat untuk mengelola sampah melalui pemilahan, pengomposan dan daur ulang.

“Setelah ada pemilahan sampah di masyarakat, maka sisanya dibawa ke TPA untuk pemrosesan terakhir,” beber Marjoni.

Saat ini kata Marjoni, pengelolaan sampah di Konawe Utara masih menggunakan sistem open dumping atau sistem pembuangan sampah konvensional di TPA yang hanya menumpuk sampah di lahan terbuka tanpa pengolahan, pelapisan tanah atau pengelolaan air lindi.

Ke depan kata dia, pihaknya akan melakukan sistem Controlled Landfill, yakni metode pengelolaan sampah di TPA yang memperbaiki open dumping dengan meratakan, memadatkan dan menimbun sampah secara berkala dengan tanah.

“Kenapa ini dilakukan, supaya tidak ada lagi sampah yang masih tercampur antara organik dan anorganik ketika sudah di TPA. Jadi sudah terpilah,” paparnya.

Selanjutnya kata Marjoni, menggunakan sistem Sanitary Landfill yang merupakan metode pengelolaan sampah di TPA yang paling efektif mengurangi pencemaran lingkungan dengan menimbun, memadatkan, dan menutup sampah menggunakan tanah setiap hari.

Senada juga dengan Sekda Konut, Marjoni juga mengharapkan keterlibatan stakeholder dalam konsultasi, informasi dan edukasi terkait pengelolaan sampah, seperti Dinas Pendidikan di sekolah-sekolah, Dinas Pariwisata di tempat-tempat pariwisata, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) di pasar-pasar. Terlebih kata dia, berbagai dinas tersebut berkaitan langsung dengan masyarakat banyak.

DLH Konut kata Marjoni, sedang meningkatkan fasilitas pendukung, dan tahun 2026 ini pihaknya bakal membangun workshop yang berdampingan dengan TPA.

“Nantinya workshop tersebut akan ada alat pemilahan sampah organik yang dikomposkan dan sampah anorganik dapat dipilah, dicacah dan dipress,” pungkasnya.

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *